Warga Panik, Angin Puyuh Berputar di Pemukiman Warga

kabar17.com – Warga Tamansari dibuat panik, lantaran pusaran angin dengan ketinggian nyaris tujuh meter berputar di lapangan Kebon Jati, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Senin (5/8) Kemarin. Fenomena tersebut terjadi sekiranya pukul 14.00 WIB. Pusaran angin setinggi lima meter tersebut hanya berputar di lapangan. Warga yang melihatnya sempat histeris ketakutan lantaran, pusaran angin memiliki ukuran yang cukup besar.

Kapolsek Tamansari Iptu Nurhidayat mengatakan, kejadian angin puyuh tersebut berlangsung selama satu menit. Mulanya, kondisi angin yang tenang menimbulkan pusaran di bagian pinggir lapangan. Tidak lama kemudian, pusaran angin semakin tinggi dan menyebabkan debu berterbangan.

Ia menjelaskan, awalnya angin hanya berputar di pinggiran saja. Kemudian, pusaran tersebut bertolak hingga ke bagian tengah lapangan. Pusaran itu semakin membesar dan membawa debu tepat di tengah lapangan.

Lebih lanjut Nurhidayat mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat dari fenomena tersebut. Hanya saja, warga sekitar terlihat panik dikarenakan pusaran angin yang semakin membesar. “Angin tidak sampai menyentuh bangunan, cuma warga ketakutan saja melihat fenomena putaran angin itu,“ ujarnya.

Sementara itu, berkaitan dengan kondisi cuaca, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko angkat bicara berkaitan dengan fenomena tersebut. Kepala BMKG Citeko, Asep Firman Ilahi mengatakan, untuk cuaca Bogor saat ini sedang memasuki kondisi kemarau berkepanjangan. Sehingga, lapisan permukaan bumi memiliki suhu yang lebih panas dari biasanya.

Dikarenakan suhu yang berbeda dari biasanya, lanjut Asep, udara yang berada di lapisan bumi menguap ke atas. Dan saat udara tersebut naik, lapisan udara pada permukaan mengalami kekosongan dan digantikan dengan suhu udara yang lebih dingin. “Nah udara panas yang naik ke atas dan udara dingin yang mengisi tersebut menyebabkan pusaran angin atau angin berputar,“ terangnya.

Terkait dengan fenomena puting beliung dan tornado, Asep menjelaskan, pusaran angin yang terjadi di Kabupaten Bogor bagian selatan tersebut merupakan proses pertukaran suhu udara dengan skala kecil. Bisa dikatakan, kejadian tersebut merupakan pusaran angin biasa saja. Tapi prosesnya sama dengan puting beliung dan tornado dengan skala besar hingga beberapa kilometer.

Asep menyebutkan, pada musim kemarau ini, pusaran angin kerap terjadi di area yang kosong dan tidak ada bangunan yang menghalangi hembusan udara. Sehingga, kata dia, hindari tempat terbuka atau lokasi yang tidak ditumbuhi pepohonan yang menyebabkan udara terhambat. “Potensinya memang kecil, tapi masyarakat perlu waspada terkait fenomena pusaran angin tersebut,” ungkapnya. (Yud)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*