Warga Masih Menolak, IMB GPPC Dipertanyakan

kabar17.com – Konflik yang terjadi pada rencana pembangunan apartemen Grand Park Pakuan City (GPPC) terus meluas. Pemerintah Kota Bogor diminta segera melakukan langkah kongkrit dan tegas serta bertanggung jawab atas dikeluarkannya IMB untuk GPPC, sehingga menimbulkan pro dan kontra serta keresahan di lingkungan sekitar GPPC.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bogor, Achmad Aswandi mempertanyakan dikeluarkannya IMB untuk GPPC oleh Pemkot Bogor, sedangkan kenyataannya setelah IMB keluar, masih ada warga yang menolak dan belum memberikam perijinan. “Selama warga masih ada yang belum memberikan persetujuan untuk perizinan, kenapa Pemkot Bogor mengeluarkan IMB. Ini harus ditelusuri lebih mendalam dan Pemkot Bogor jangan diam saja,” ungkap Ahmad Aswandi.

Pria yang akrab disapa Kiwong ini menegaskan, bahwa Pemkot Bogor harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan itu di lokasi. Setelah mengeluarkan IMB, terjadi permasalahan, jadi harus segera diselesaikan di semua tingkatan. Masyarakat di sekitar lokasi jangan sampai terpecah belah oleh adanya IMB yang sudah dikeluarkan, tetapi nyatanya masih ada warga yang belum memberikan perizinan.

“Kepentingan investor ke Kota Bogor harus memberikan dampak positif kepada lingkungan secara keseluruhan untuk kepentingan Kota Bogor. Jadi tidak hanya person to person saja atau hanya satu kelompok maupun lembaga, tetapi menyeluruh masyarakat harus selesai dan clear, baru IMB dikeluarkan,” tegasnya.

Politisi PPP ini meminta agar permasalahan GPPC tidak menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. Semua persoalan harus diselesaikan, baik jalur musyawarah ataupun menggugat ke jalur hukum. “Kita minta Pemkot segera bergerak dan menyelesaikannya. Masalah ini sangat besar dan harus segera dituntaskan,” tandasnya. (*/KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*