Tiga Hari Tugu Kujang Dibersihkan

kabar17.com – Selama tiga hari, Minggu hingga Selasa 29-31 Juli 2018, Tugu Kujang akan dibersihkan. Kegiatan yang diberi nama Ngumbah Tugu Kujang ini, menjadi tradisi rutin setiap tahun sebagai rangkaian dalam menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke-536 tahun 2018. Tradisi ini, dilakukan untuk merawat tugu yang menjadi ikon di pusat kota, yakni simpang Jalan Padjajaran dan Otista.

Pencucian tugu setinggi kurang lebih 25 meter dengan menggunakan peralatan khusus pemanjat tebing ini, terbagi dari beberapa bagian yakni tiang, logo Kota Bogor, dan Kujang dengan melibatkan puluhan relawan dari berbagai kalangan.

Baca juga: Gratis! 1000 Laksa 100 Rasa

“Ada beberapa bagian juga yang kita cat, seperti pada tiang tugu, logo, dan senjata Kujang,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan Ngumbah Tugu Kujang, Cecep Thoriq, Minggu (29/7/2018).

Untuk mencuci Tugu Kujang tidak menggunakan sembarang air, tapi berasal dari tujuh sumber mata air yang ada di Kota Bogor. Di antaranya mata air Cidangiang, Cibogor, dan Kahuripan yang berada di Kebun Raya Bogor.

“Digunakannya ketujuh mata air itu, karena dari dulu sampai sekarang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kota Bogor,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Cecep, peserta yang bertugas untuk Ngumbah Kujang tersebut diikuti Federasi Panjat Tebing Indonsia (FPTI) dan puluhan pelajar di Kota Bogor. Sementara, pelaksanaannya dilakukan selama tiga hari. Setiap harinya ada 12 orang yang membersihkannya.

Baca juga: 26 Warga Keracunan Tutut

Sementara, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menyampaikan, Kujang selain menjadi ikon khas Kota Bogor, juga merupakan pusaka masyarakat Sunda. Untuk menghormati sejarah tersebut, Pemerintah Kota Bogor membangun tugu sebagai simbol Kota Bogor.

“Kujang ini memiliki nilai luhur dan mampu menjadi pemersatu, karenanya dibangun Tugu Kujang,” kata Usmar.

Untuk melestarikan simbol tersebut, masyarakat dan organisasi kepemudaan kemudian membuat kegiatan Ngumbah Tugu Kujang.

“Ngumbah Tugu ini, sudah ada sejak awal berdirinya tugu, dan sudah menjadi tradisi setiap Hari Jadi Bogor yang dilaksanakan acara ini,” ujar Usmar yang juga sebagai Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B).



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*