TGB Gerilya di Jawa Barat Untuk Menangkan Jokowi

kabar17.com – Menghadapi Pilpres 2019, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mendapat tugas untuk memenangkan pasangan Capres nomor 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Jawa Barat. Mantan Gubernur NTB itu terus melakukan gerilya dan silaturahmi serta konsolidasi di Jawa Barat.

Saat melakukan safari di wilayah Bogor, TGB mengakui bahwa tugasnya di Jawa Barat ingin membangun suasana pra dan pasca perhelatan demokrasi agar masyarakat tetap kokoh dan solid, tidak terpecah belah karena perbedaan pilihan politik dan cara pandang.

“Persoalan politik itu hak azasi masing masing yang penting tidak saling menghujat dan fitnah. Mari kita sama sama menjalankan perhelatan politik ini dengan santun dan benar,” ucap TGB, Jumat (08/02/19).

Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat bahwa kenapa harus ada 2 periode, karena masih banyak pembangunan belum tuntas. Contohnya ilustrasi di Jawa Barat khususnya Bogor terkait pembangunan jalan tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi) yang pembangunannya belum seutuhnya selesai dan harus disambung hingga tuntas. Itu alasan obyektif bahwa memang kepemimpinan itu harus dilanjutkan dan masyarakat harus obyektif melihat hasil pekerjaan pemimpin negeri ini.

“Masyarakat di Jawa Barat sangat rasional dan obyektif, melihat situasi kondisi yang nyata. Kepemimpinan untuk kedua periode ini sangat penting, agar seluruh perencanaan perencanaan strategis memajukan tanah air bisa terwujud,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, TGB mengatakan terus bersilaturahmi di Jawa Barat yang memiliki wilayah luas dengan beragamnya masyarakat.

“Silaturahmi saja seperti yang saya lakukan hari ini. Saya mengajak kepada masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas, obyektif dan santun. Benar dalam memilih pemimpin,” katanya.

Lebih lanjut, TGB menuturkan bahwa keseimbangan itu sangat penting dimiliki oleh seluruh warga. Menjelang Pilpres ini banyak sekali fitnah dan hoax serta isu isu yang membuat goyah persatuan dan kesatuan bangsa maupun persaudaraan.

“Saya menyampaikan substansi tentang keseimbangan dalam berbagai hal dab menjalankan semua fungsi tugas kita secara proporsional dan obyektif. Dimaknakan bahwa dalam suasana apapun termasuk dalam perhelatan demokrasi seperti Pilpres dan Pileg, harus tetap menjaga keseimbangan dan sehat, tidak di isi dengan hujatan atau kebencian,” pungkas TGB. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*