Terminal Parkir Elektronik

Pelatihan Terminal Parkir Elektronik

kabar17.com¬†–¬†Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor kembali melakukan sosialisasi dan pelatihan pengoperasian Terminal Parkir Elektronik (TPE) dan adm perparkiran di ruang rapat 1, Balaikota Bogor, Jumat (21/09/2018). Pada kesempatan itu, turut hadir perwakilan dari PT. Vertikal Akses Asia, Respati Adi Sucahyo SP. MM. selaku penyedia alat terminal parkir elektronik, sejumlah instansi pemerintah, LSM dan juga dari masyarakat umum.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin mengatakan, sebagaimana yang sudah diketahui bahwa saat ini, akan dilakukan penerapan smart parking dengan mengganti sistem konvensional perparkiran ke sistem non tunai atau e-money melalui alat terminal parkir elektronik yang terpasang dibeberapa titik di Kota Bogor.

“Sebagai pilot projek untuk Kota Bogor, telah dipasang 3 unit TPE di Jalan Otista dan 15 unit di Jalan Suryakencana. Karena ini, merupakan hal baru untuk warga Kota Bogor maka kami mengadakan sosialisasi dan cara pengoperasionalan TPE tersebut agar lebih dikenal dan dipahami oleh warga Kota Bogor,” ucapnya.

Juru parkir yang mendapat sosialisasi ada 18 orang tetapi akan diusahakan untuk bisa terus bertambah dan bertahap menjadi 36 orang. “Penerapannya tinggal menunggu jadwal yang sudah ditetapkan, karena juru parkir ini memiliki seragam khusus berbeda dengan juru parkir yang sudah,” katanya.

Mengingat akan ada rencana revitalisasi pedestrian di Jalan Suryakencana, Dody mengaku keberadaan TPE tidak terganggu karena sudah dilakukan kajian dan survey bersama pemkot dan dinas – dinas terkait.

“Penempatan TPE ini, berada di jalur pedestrian sebelah kiri, sedangkan pembangunan revitalisasinya untuk tahap pertama berada di jalur sebelah kanan dan untuk lebar jalur ruas Jalan Suryakencana nanti mungkin akan diatur dengan manajemen dan rekayasa seperti posisi parkir menyerong menjadi pararel sehingga tidak memakan badan jalan,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan PT. Vertikal Akses Asia, Respati Adi Sucahyo menuturkan, mesin TPE buatan negara Swedia ini, bisa bertahan selama 20 tahun kedepan dengan menggunakan baterai dan bahan bakar solar sell atau panel surya.

“Mesin TPE ini, pertama kali dibuat dan diuji coba pada tahun 2014 yakni di Kota Bandung dengan sampai saat ini, sudah mencapai 450 mesin, dan salah satu keunggulannya meskipun dengan kondisi sinar matahari yang bisa mengisi hanya sampai 30 persen ke baterai, namun mesin ini, tetap bisa bertahan hingga 14 hari kedepan,” pungkasnya. (fik)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*