Terminal Baranangsiang Bakal Tambah Trayek Bogor – Garut

kabar17.com – Badan Pengelola Transportasi Jabotabek (BPTJ) menyambut baik rencana penambahan trayek Bogor – Garut. Hal tersebut disampaikan oleh Iftah Maulana yang mewakili Andry selaku koordinator Terminal Kelas A Baranangsiang.

Iftah mengatakan, penambahan trayek dari Terminal Baranangsiang – Garut dapat menghidupkan kembali kehidupan disekitar terminal karena adanya trayek baru. Namun menurutnya, jika kehadiran trayek baru harus ditunjang dengan persyaratan yang sudah ditentukan, seperti KPS (Kartu pengawasan) atau izin trayek, buku uji berkala kendaraan bermotor (KIR) dan tentunya STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) serta harus ada juga unsur penunjang seperti pengemudi harus memiliki SIM yang berlaku (Gol B2).

“Terkait mekanisme mengenai kapan launchingnya, kami masih menunggu keputusan dari PO yang bersangkutan, karena kami sendiri disini tidak akan pernah menjalankan bus yang tidak berizin,” katanya, Jumat (8/3/19).

Kehadiran trayek baru tersebut juga diharapkan dapat menambal trayek trayek yang kosong karena menurunnya permintaan masyarakat. Kekosongan trayek yang terjadi di Terminal Baranangsiang juga selalu dioptimalkan oleh BPTJ selaku operator dengan cara meminta PO bis yang memiliki izin untuk kembali masuk ke dalam terminal.

“Jadi mau ada permintaan atau tidak, mereka seharusnya melakukan yang namanya wajib angkut, karena terminal fungsinya adalah untuk menaikan dan menurunkan penumpang, kalau bukan di terminal ya di halte,” ungkapnya.

Untuk melakukan penggantian trayek yang kosong, Iftah menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin bertindak sewenang-wenang, karena BPTJ memiliki cara sendiri untuk mengatasi kekosongan trayek.

“Ketika ada trayek yang kosong tapi ada PO yang memiliki izin tersebut, kita himbau terlebih dahulu dan beri peringatan, kalau memang masih tidak ada itikad baik dari PO tersebut, maka nantinya pasti akan ada tindakan tegas dari BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek),” lanjutnya.

Dengan luas yang hanya 2,2 hektare, ditambah dengan 45 trayek yang ada (gabungan AKAP dan AKDP), dan PO yang terdaftar ada 53, tambah Iftah Terminal Baranangsiang memang tidak bisa luput dari kesemrawutan.

“Dengan jumlah yang sebegitu banyaknya kita bisa bayangkan betapa menumpuknya di terminal Baranangsiang ini, ya kalau kita mau menyalahkan infrastruktur ya memang ini warisan dari dulu karena hanya ada 2,2 hektar,” pungkasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*