Telan Biaya 1 Triliun Lebih, Proyek Tol BORR Seksi III A Ditarget Selesai Akhir Tahun

kabar17.com –  Pembangunan proyek Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi III A sepanjang 2,85 KM dari simpang Yasmin sampai simpang Salabenda sudah mulai dikerjakan sejak Desember 2018 lalu. Proyek jalan Tol BORR tersebut di targetkan selesai satu tahun kedepan atau bulan Desember 2019 dengan menelan biaya senilai Rp. 1,165 triliun.

“Nilai proyek jalan tol BORR seksi III A ini mencapai Rp.1,165 triliun dan akan di kerjakan oleh PT. Pembangunan Pembangunan (PP) selama 12 bulan,” ucap Direktur utama (Dirut) PT, Marga Sarana Jabar, Hendro Atmodjo saat Perss Conference di kantor proyek PT.PP Perum Tamansari Persada, Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (23/01/2019).

Namun, lanjut Hendro tahapan pengerjaan proyek BORR seksi III A ini baru satu persen, sebab pihaknya masih dalam proses pembowlingan pohon sampai satu bulan kedepan. “Pembowlingan pohon ini tidak bisa semena mena, kalau mau maen tebas bisa aja tapi kan komitmen kita pohon harus tetap hidup,” katanya.

Hendro pun menekankan bahwa, proyek tol BORR ini harus selesai 12 bulan, karena til BORR seksi IIIB sudah menunggu. “Jadi istilahnya nanti IIIA selesai Desember kira-kira Juni 2020 sudah mulai seksi IIIB dan sekarang saya sedang mulai tahap perencanaan dari seksi IIIB, jadi tidak hanya pekerjaan konstruksi, tapi juga perencanaan seksi berikutnya termasuk perencanaan seksi IV dari salabenda sampai IPB Dramaga, tetapi masih di kaji kelayakannya,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Proyek PT. MSJ, Leona Roedhianitasari menuturkan pelaksanaan pekerjaan tol BORR seksi III A ini dilakukan dengan 4 Zona.

“Yaitu zona 1 lokasinya di Kedung Jaya, kurang lebih 500 meter lokasi zona 2, 500 meter berikutnya zona 3 dan yang terakhir penataan kembali simpang semplak yang akan di buat menjadi 4 lajur,” ujarnya.

Pelaksanaan pembebasan lahan, lanjut Leona sudah dilakukan sejak bulan Oktober yang meliputi Kota dan Kabupaten Bogor. Saat ini yang sudah di umumkan kepada warga di dua kelurahan di Kota Bogor, tetapi masih terdapat beberapa kendala.

“Artinya masih yang keberatan dengan luas bangunan dan juga masih ada yang belum lengkap data yuridisnya, kami beri kesempatan sampai dua minggu dan ini minggu terakhir untuk mereka mengajukan keberatannya,” bebernya.

Selanjutnya, menurut Leona pejabat pembuat komitmen (PPK) dari perwakilan kemetrian PUPR akan menenderkan konsultan aprasial untuk menilai harga wajar yang diterima oleh masing-masing warga, hal itu di butuhkan waktu dua minggu.

” Kita jadwalkan untuk pembayaran pembebasan lahan itu kurang lebih bukan April, kalau tidak ada keberatan bisa lebih cepat lagi,” pungkasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*