Tasyakuran Alam, Ngaruwat, Ngarumat, Ngalokat

kabar17.com – Berlatarbelakang krisis air bersih akibat kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir ini, masyarakat Desa Sukaluyu dan Desa Sukajadi menggelar tasyakuran alam, Ngaruwat, Ngarumat, dan Ngalokat, bertemakan “Cinta Alam Cinta NKRI” pada Sabtu (15/92018) di Kampung Salaka, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Program kegiatan kampung ramah lingkungan ini, diikuti masyarakat setempat, aparatur wilayah, komunitas budayawan dan pecinta alam.

Salah satu perwakilan warga yang juga penggagas acara, Ki Mardi mengatakan, Ngaruwat, Ngarumat, dan Ngalokat, adalah tradisi budaya yang masih dilakukan masyarakat Sunda dengan tujuan menjaga dan merawat alam agar tetap lestari dan menjadi sumber kehidupan untuk masyarakat sekitar, di samping juga untuk menumbuhkan kembali gairah merawat alam sesuai mandat dari para leluhur.

Ngaruwat kalau diartikan dengan bahasa sekarang yaitu membuat lubang atau istilahnya biopori. Sedangkan Ngarumat diartikan kegiatan penanaman pohon. Selanjutnya Ngalokat adalah hasil air yang dihasilkan dari berbuat baik kepada alam dan bumi.

“Yang kita lalukan ini, secara ilmiah sudah terbukti. Lubang biopori mampu menampung air. Lalu pohon yang ditanam berjenis Bambu dan Kaung juga mampu menyerap dan menyimpan air. Hasilnya nanti adalah air akan tersimpan dalam tanah dan air yang dihasilkan debitnya baik dan sangat berkualitas. Ini bisa terus mengalir dan menjadi sumber kehidupan untuk masyarakat sekitar. Dengan cara sederhana ini, diharapkan bisa tumbuh kesadaran agar menjaga dan melindungi alam. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan merawat dan menjaga alam ini,” ungkapnya.

Selain prosesi Ngaruwat, Ngarumat, dan Ngalokat, kegiatan juga dimeriahkan dengan acara wayang bambu romo suling, karinding, pencak silat, baraya, anjang-anjangan, tarawangsa, dan spesial momen pengarakan bendera merah putih sepanjang 17×5 meter.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*