Sulit Menghapal Alquran? Metode MASBI Kasi Solusi

kabar17.com – Bulan Ramadan disebut juga sebagai bulan Alquran. Maka dari itu, tadarus atau membaca Alquran di bulan Ramadan tentu memiliki keutamaan tersendiri apalagi menghafalnya. Namun, bagi sebagian orang untuk dapat menghafal sekaligus memahami makna dari ayat Alquran adalah hal yang masih dirasa sulit.

Untuk bisa menghafal sekaligus memahami makna dari ayat Alquran, Ustad M. Burhanudin memiliki sebuah cara atau metode yang bisa menjadi solusi agar mudah menghafal Alquran.

Dijelaskan ustad Burhan selaku MUDIR di pondok pesantren Darul Ilmi Littahfidz Al-Qur’an BLQ (DILTAQ) yang berlokasi di Jl. Ciomas Harapan, Ciomas, Bogor ini, metode yang digunakan bernama MASBI (Menghafal Alquran Semudah Membaca Bismilah). Itu adalah metode menghafal Alquran yang memakai visualisasi makna sehingga penghafal tidak hanya hafal ayatnya saja namun dia juga paham arti/makna ayat yang dihafal.

Metode ini, dicetuskan oleh ustadz M. Ari Budiman tahun 2011 di Cibinong, Bogor. Visualisasi makna yang dimaksud dalam metode ini, jika di ilustrasikan contohnya seperti lagu topi saya bundar. Ucapan topi yang bundar itu divisualkan oleh otak. Karena itu, lagu tersebut selalu teringat dan tidak pernah lupa.

“Dari contoh di atas, makanya kita coba kolaborasikan dan matangkan menjadi satu tehnik untuk menghafal Alquran. Awalnya metode ini, dikenalkan lewat perkumpulan majelis taklim. Di perkumpulan itu, kita kenalkan metode kita. Alhamdulillah lewat metode baru dan unik ini, respon masyarakat cukup baik dan bisa diterima. Kemudian metode MASBI mulai disebarkan ke masyarakat lewat majelis taklim dan seminar-seminar,” ungkapnya saat ditemui Minggu (12/5/19).

Ia melanjutkan, umumnya menghafal itu bagi orang yang sudah bisa dan lancar baca Alquran. Sedangkan kelebihan mempelajari metode ini, bagi yang belum bisa baca Alquran atau bahkan orang tuna netra pun insya allah bisa menghafal bacaan dan maknanya dengan metode MASBI.

“Untuk lama penguasaan paling cepat dua bulan jika dilakukan intens minimal seminggu sekali. Durasi pembelajaran dua jam mulai dari pengenalan metode, lalu masuk kepada materi. Tergantung panjang pendeknya surat. Jadi, filosofi menghafal kita itu, pada mengulang tidak hanya pada menumpuk hafalan. Alquran itu dikumpulkan di dadamu (hati) bukan di memorimu,” terangnya.

Sasaran metode ini, sambung Burhan, bisa dari anak-anak tingkat TK karena anak-anak di usia dini lebih merespon visualisasi. Selain itu, bisa juga untuk yang sudah lanjut usia (lansia).

Masih kata ustad Burhan, di pondok pesantren Darul Ilmi Littahfidz Al-Qur’an BLQ (DILTAQ) Bogor juga membuka kelas setiap Sabtu-Minggu mulai jam 08.00 sd selesai. Bagi yang ingin belajar bisa langsung datang kesini atau pengajar di sini yang datang mengajar ke rumah.

“Kita juga menyiapkan buku modul, lalu bimbingan pelatihan setiap bulan atau dua minggu sekali. Itu kita sediakan gratis buat para trainer. Setelah lebaran ini, di bulan syawal nanti kita akan adakan One Day Trainning (ODT) penerapan ke masyarakat. Ada dua pola yang diajarkan yakni ke masyarakat umum dan kepada trainner,” jelasnya.

Ia menambahkan, metode ini, sudah di sosialisasikan ke sejumlah wilayah di Jabodetabek. Termasuk ada orang Malaysia juga yang ingin belajar metode ini.

“Saya ingin menghapus pemikiran bahwa menghafal itu susah, sulit, dan juga pelik. Kita ciptakan metode ini untuk mempermudah. Misi kita menciptakan generasi Alquran dari anak-anak hingga orang tua yang terdorong ingin menghafal dan memahami makna Alquran. Di samping itu, kita ingin membudayakan gemar membaca Alquran agar tumbuh rasa cinta kepada Alquran,” pungkasnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*