Sriboga Flour Mill Kenalkan Cake Flour Yokozuna, Tepung Khusus Cake

Kabar17.com – Setelah berhasil memproduksi tepung terigu Super Premium dengan Low ash fine granulation, yaitu Hime, Double Zero. dan Ninja, serta tepung premix dengan merek Easy Mix, kali ini, PT Sriboga Flour Mill meluncurkan Tepung Terigu khusus Cake atau yang disebut Cake Flour dengan merk Yokozuna.

Untuk memperkenalkan Cake Flour Yokozuna ini, PT Sriboga Flour Mill melakukan safari ke tujuh kota yang diawali dari kota berdirinya Pabrik PT Sriboga Flour Mill di Semarang sebagai kota pertama, pada 6 September 2018. Kemudian dilanjut di Yogyakarta pada 13 September 2018, Surabaya pada 27 September 2018, Bandung 11 Oktober 2018, dan Bekasi 25 Oktober 2018.

Kota Bogor ditunjuk sebagai kota ke-6 yang acaranya dilangsungkan di Ballroom Padjadjaran Suite Resort Convention Hotel Jl. Bogor Inner Ring Road LOT XIX C-2 No.17 BNR Bogor. Selanjutnya event terakhir akan diadakan di Denpasar, Bali.

Acara yang diselenggarakan oleh tim Sriboga Customer Center (SCC) ini, dikemas dalam bentuk seminar yang mengangkat tema “Seminar & Baking Business Solution Demo. Cake Fiesta, Cake Ala Selebriti Jaman Now” dengan mengundang para pelaku bisnis industri cake, UMKM hingga Food Start Up Entrepreneur.

Di acara ini, berbagai aplikasi cake seperti Tupo Rol Cake, Matcha Milk Cake, Black Sticky Rice Chiffon Cake, Beef Floss Chiffon Cake, & Green Beans Chiffon didemokan oleh Chef Vidya Listyanova (SCC Semarang) Wave Choco Roll Cake, Chef Riyandi Suherman (SCC Jakarta) Pineamon Cake, dan Chef Deny Panca (SCC Surabaya) TropicaI Mango Cake, agar menginspirasi para tamu undangan untuk mengaplikasikan cake jaman now yang tren untuk diperjual belikan.

Acara tersebut juga diisi oleh seminar mengenai Peluang Bisnis Cake kekinian dengan tema Cake Innovation oleh Deddy Rustandi, selaku Bakery Noodle Consultant Sriboga.

Marketing Manager PT Sriboga Flour Mill, Rike Sundari menjelaskan, Ini adalah produk anak bangsa pertama di Indonesia yang di inspirasi dari Jepang,
dan ini, satu satunya produk lokal karena selama ini, kompetitornya kebanyakan import.

“Melalui kegiatan ini, kita coba memotivasi para pelaku UMKM untuk meningkatkan serta mengoptimalkan keuntungan mereka dengan cara sedikit berinovasi terkait hasil olahan. Kami mentrigger mereka agar tidak menyasarnya pada segmen yang biasa tetapi pada segmen yang lebih menengah ke atas. Caranya harus ada perubahan dari sisi inovasi produk yang ia buat,” jelasnya.

Ia menilai, tren selebriti membuka cake shop begitu banyak dengan harga jual yang fantastis jika dibanding dengan harga jual UMKM. Apalagi Kota Bogor menjadi salah satu parameter inovasi produk-produk cake berpotensi yang menjadi sasaran selebriti.

“Kita sebut cake ala selebriti bukan berarti mereka harus menjadi selebriti. Maksudnya, mereka bisa memasarkan produknya lewat media sosial sehingga mereka bisa menjadi selebriti dikalangan mereka sendiri melalui inovasi dan tampilan yang lebih menarik. Karena itu, disini ada seminar teknis pembuatan cake-nya dan ada seminar cara usahanya,” terangnya.

Sementara, Training SCC Manager, Panca Indria Pristiawan menambahkan, cake itu, segmennya kecil. Karena itu, yang disasar adalah value-nya.

“Karena keberhasilan kami memasarkan produk-produk terigu sebelumnya, diharapkan produk ini, dapat diterima pasar dan berhasil penjualannya. Saya optimis tren panganan cake makin digemari di Indonesia dengan munculnya Cake Selebriti, maupun cake kekinian lainnya di Indonesia, sehingga membuka peluang untuk memasarkan Cake Flour ke Horeca, Household, Cake shop, dan industri baik di Indonesia hingga Export,” ungkap Panca.

Ia menjelaskan, Cake Flour Yokozuna didesain khusus dengan keunggulan agar hasil cake lebih moist, volume optimal, pori lebih halus, dan tidak perlu penambahan starch pada resep. Dengan keunggulan tersebut, harapannya konsumen bisa membedakan antara tepung reguler biasa dengan tepung khusus cake.

Selama ini, masih kata Panca, Cake Flour di Indonesia hanya diisi oleh produk import, maka dari itu, PT Sriboga Flour Mill memproduksi tepung khusus cake untuk mengisi kekosongan slot tersebut.

“Sekarang ini, segmennya masih rumahan dengan konsumennya UMKM dan perorangan umum. Karena tepung ini, khusus untuk cake maka distribusi penjualannya masih ke toko-toko bahan kue. Kemasan masih 1 kg. Nanti secara bertahap akan dibuat kemasan 10 kg untuk segmen industri yang lebih besar dan pasar Export dengan harga yang lebih bersaing dengan terigu import,” bebernya. (*)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*