SMAN 4 Cibinong Implementasikan Pembelajaran Berbasis STEAM

kabar17.com – Dalam rangka menjawab tantangan di Era Revolusi Industri 4.0, SMA Negeri 4 Cibinong sudah mulai mengimplementasikan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM). Pada Sabtu, 31 Agustus 2019, SMA Negeri 4 Cibinong kembali melaksanakan In-House Training (IHT) tentang Implementasi STEAM dalam pembelajaran di ruang serbaguna SMAFOUR.

STEAM adalah pendekatan dalam pendidikan, di mana sains, teknologi, enginering, seni dan matematika terintegrasi dengan proses pembelajaran yang berfokus pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Ada 5 tujuan yang dicapai dari kegiatan berbasis STEAM yakni, meningkatkan kompetensi lulusan, meningkatkan implementasi kurikulum 2013 mencakup kompetensi 4C ( critical thinking, creative, collaboration, comminication pendidikan karakter, dan literasi, mendorong inovasi pembelajaran saintifik dengan mengintegrasikan beberapa disiplin ilmu, memperkuat proses pembelajaran dan penilaian As learning, For Learning, dan Of Learning serta meningkatkan kemampuan guru mengintegrasikan STEAM dalam pembelajaran berbasis proyek.

Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Efendy, di berbagai kesempatan pembelajaran STEAM sangat urgen untuk dilakukan di era ini karena berkaitan erat dengan salah satu cara menjawab tantangan di era revolusi industri 4.0, dimana kaum muda ditantang menghadirkan solusi memajukan pendidikan dan kebudayaan dengan memanfaatkan sains, teknologi, rekayasa eginering, seni dan matematika

Kegiatan IHT kali ini menghadirkan 2 narasumber, yakni Drs. H. Ade Nurhudaya MM selaku Koodinator pengawas cabang dinas pendidikan Wilayah I, Drs. Nursyamsuddin, MM dari Direktorat, disambut antusias oleh seluruh guru SMAN 4 Cibinong.

Kepala sekolah SMAN 4 Cibinong, H. Elis Nurhayati mengatakan, IHT Pembelajaran berbasis STEAM ini sudah dilaksanakan beberapa kali di SMAN 4 Cibinong , dan hal ini sangat tepat diaplikasikan pada era revolusi industri saat ini, karena para peserta didik dituntut untuk mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, sesuai dengan kecakapan abad 21, serta mampu memanfaatkan Sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika. Dan para guru harus sering dilatih melalui IHT tentang pembelajaran berbasis STEAM melalui pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning, dan akan melatih peserta didik belajar melalui tahapan-tahapan Reflection, Research, Discovery, application, and communication,” paparnya .

Lebih lanjut Elis menuturkan, pembelajaran Kurikulum 2013 juga mengimplementasikan berbagai pendekatan diantaranya yaitu Inquiry Learning, discovery learning, problem-based learning, project-based learning dan sebagainya. Dan secara bertahap para guru dilatih untuk menerapkannya dalam pembelajaran di kelas di SMAN 4 Cibinong, yang pada tahun 2019 ini menjadi percontohan sekolah zonasi

Para guru atau pendidik harus selalu mengikuti dinamika perubahan dalam pembelajaran abad 21 dan pada era revolusi industri saat ini, dengan senantiasa meningkatkan kompetensinya dalam memberikan pembelajaran di kelas melalui berbagai model pembelajaran atau pendekatan diantaranya, scientific approach dan project-based learning, sehingga pembelajaran di kelas akan sangat menarik dan mampu mengembangkan life skill peserta didik serta akan memudahkan tercapainya motto Kemendikbud , yaitu ” Maju Bersama, Hebat Semua”, pungkasnya (Yud)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*