Sens, Bangkit dengan ‘Tanda Mata Kedua’

kabar17.com – Sens, band asal Jakarta yang digawangi Dika Aleandra (vokal), Shena Ariyandi (gitar), dan Andika Putra Maulana (drum) kembali meramaikan industri musik Indonesia. Absen berkarya selama hampir dua dekade, band ini melepas single anyar bertajuk ‘Tanda Mata Kedua’ pada 27 September 2019.

Lagu ini mengisahkan tentang fenomena sosial kehidupan kaum urban/kelas menengah kota besar yang memiliki pola hubungan tanpa berlandaskan komitmen. “Jadi, sekadar seks saja. One night stand atau sejenisnya,” ungkap Dika Aleandra, vokalis.

Dengan kata lain, ‘Tanda Mata Kedua’ menyuarakan kehampaan arti dari sebuah hubungan tanpa cinta, atau ‘asmara semu’. Proses penggarapannya memakan waktu dua bulan dan mengalami perubahan aransemen beberapa kali.

“Ini merupakan format aransemen keempat setelah sebelumnya dikemas dalam kontur yang berbeda-beda. Musik di lagu ini lebih simpel, modern sound dan aransemen yang tidak njlimet,” jelas gitaris Shena Ariyandi.

Dibungkus dalam balutan musik yang dideskripsikan dengan nama ‘neo soul’, lagu ini ditulis oleh Dika Aleandra dan diaransemen oleh Shena Ariyandi dengan bantuan Helvi Eriyanti pada departemen bass dan Biem Fake Hero pada sisi mixing dan mastering. Untuk penampilan panggung, band ini dibantu oleh Adib Syah (gitar), Kris (kibor), dan Novia Watung (vokal latar).

Ungkapan ‘see your life from another point of view’ adalah pernyataan yang tepat untuk menggambarkan mengapa orang harus mendengarkan lagu ini, karena temanya yang tidak seperti kisah cinta pada umumnya. “Ada sudut pandang berbeda untuk melihat suatu permasalahan,” drumer Andika Putra Maulana mencoba meyakinkan pendengar.

Single pertama dari album ketiga ini sudah tersedia di:

iTunes:
https://music.apple.com/id/album/tanda-mata-kedua-single/1480221809

Spotify:

Deezer:
https://www.deezer.com/id/album/111324272

Dan sejumlah platform digital streaming lainnya. Video musiknya bakal tersedia dalam waktu dekat.

***

Sens dibentuk dengan konsep yang diberi nama expressive romantic pop. Band ini banyak dipengaruhi gaya bermusik Sting, Toto, Chicago dan sejenisnya.

Merasa perlu ruang gerak yang lebih luas, album pertama pun dirilis secara indepeden dan menggandeng Virgo Ramayana Records. Dibantu oleh Bongky Ismail Marcel (BIP), lahirlah album ‘Musim Berganti’ pada 1998.

Banyak menampilkan unsur perkusi dan gitar akustik nylon, album ini dianggap cukup berkarakter dan mempunyai ciri. Walaupun secara penjualan hanya sanggup menembus angka 20 ribu keping, Sens dianggap sudah mempunyai ‘distinctive sound’ karena faktor tidak banyak pertimbangan komersil/industri.

Pada tahun 2000, dibantu oleh Harry Budiman dan Pay ‘BIP’, Sens dikontrak oleh perusahaan rekaman Universal Music Indonesia. Banyak bermain di area pop yang lebih ringan dan lebih ke arah musik adult contemporary, peluncuran album kedua ini kurang sukses secara komersial karena kurangnya promosi dari label rekaman bersangkutan.

Album kedua yang diberi judul ‘Seribu Malam Menanti’ ini tetap menelurkan radio hits di Jawa Tengah; ‘Karena Kau Ada’ yang sampai saat ini masih diminati sejumlah penikmat musik Indonesia era ’90an. (Rasendriya Media)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*