Sebulan Buron, Kejari Tangkap Tersangka Kasus Proyek Fiktif KPUD Kota Bogor

kabar17.com – Setelah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama satu bulan, tersangka kasus korupsi proyek fiktif di KPUD Kota Bogor pada Pilkada 2018 lalu akhirnya berhasil di tangkap tim pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor. Mar Hendro (MH) di tangkap kediamannya di daerah Gunung Sindur Kabupaten Bogor sekira pukul 14.15 WIB pada Kamis (25/7/19).

MH yang juga sebagai ASN di satuan polisi pamong praja (satpol PP) Kota Bogor tersebut tiba di kantor Kejari Kota Bogor pada pukul 16.00 WIB dan langsung dimintai keterangan oleh tim pidsus Kejari Kota Bogor.

Kepada awak media MH menyebut ada Panglima yang mengatur bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KPUD Kota Bogor.

Saat di tanya siapa yang ia sebutkan panglima, MH menjawab kurang mengetahui panglima itu siapa dan inisialnya juga. Dirinya juga tidak mempunyai wewenang apa-apa.

“Saya enggak punya wewenang apa-apa pak. Kalau inisial saya kurang tahu. PPK lah yang lebih tahu. Saya mah tergantung PPK bersama panglima. Saya mah menunggu perintah saja dan bagaimana beliau,” ujarnya.

Selama menjadi DPO, ia mengaku tidak ke mana, dan ada dibeberapa tempat. Semuanya diatur oleh panglima. Ia pun mengaku sempat pergi Kota Boyolali, Jawa Tengah, untuk mengunjungi saudaranya.

“Ada saja saya mah selama ini, tergantung panglima juga. Sempat ke Boyolali ke rumah saudara saya. Yang lebih tahu itu PPK. Pokoknya semua tergantung PPK, mulainya dari PPK,” terangnya.

Sementara, Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor Rade Satya mengatakan, MH di tangkap di rumahnya dan pada saat itu juga tim Pidsus Kejari Kota Bogor langsung menyita rumah dan bangunan MH.

Rade menjelaskan, belum mengetahui siapa yang di sebutkan MH dari PPK dan panglima itu. Untuk itu, pihaknya akan lakukan pemeriksaan dan pendalaman lagi terhadap MH.

“Ketika ditangkap, kita periksa sebentar karena dia (MH) belum didampingi pengacara. Jadi, kami belum tahu siapa yang dikatakan MH tersebut,” ucap Rade.

Saat di tanya apakah ada tersangka lain dalam kasus tersebut, Rade menjelaskan, jika MH menyebutkan ada yang terlibat maka pihaknya akan panggil sebagai saksi terlebih dahulu.

Tersangka MH dinyatakan telah merugikan uang negara sebesar Rp. 470 juta dan di jerat Pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 tentang Tipikor dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Saat ini, tersangka telah di titipkan di Lapas Kelas IIA Paledang Bogor selama 20 hari ke depan. (*/KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*