Sarling di Kota Bogor, Atalia Kamil Kenalkan Gemar Makan Ikan ke Murid Paud

kabar17.com – Istri Gubernur Jawa Barat, Atalia Pararatya Kamil melakukan Siaran Keliling (Sarling) ke beberapa lokasi di Kota Bogor pada Rabu (25/9/19). Ada tujuh lokasi yang didatangi oleh istri Ridwan Kamil ini, yakni lokasi pertama ke Posyandu Nangka A di Kel. Tegal Gundil, Kec.Bogor Utara, kemudian dilanjut ke TK Akbar di Jl. Achmad Adnawijaya, Kota Bogor.

Lokasi ketiga yakni ke SMK Negeri 2 Kota Bogor, disambung ke Perajin Salam Rancage & Workshop Dekranasda. Setelah itu, bersilaturahmi ke Rumah Dinas Walikota Bogor. Usai beramah tamah, kunjungan dilanjut ke Pasar Kota Bogor, dan terakhir mengunjungi Vihara Dhanagun.

Dikatakan Atalia, kegiatan Sarling di Kota Bogor ini, merupakan Sarling ke-9 di Jawa Barat yang bertujuan untuk menyatukan program-program yang di lakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar khususnya yang melekat dengan PKK.

Menurutnya, banyak yang akan didorong terkait literasi dan ke PAUD-an karena di hadiri juga oleh Himpaudi, IGTKI dan bunda Paud Kota Bogor. “Kita hadir disini juga untuk mengenalkan anak-anak agar gemar makan ikan. Jadi, literasi, gemar makan ikan, dan ke PAUD-an itu, untuk satu titik. Tapi ada tiga element yang berkaitan,” ucap Atalia.

Selain mengunjungi PAUD, lanjut Atalia dirinya juga mengunjungi sekolah untuk memberikan motivasi kepada anak-anak agar siap menghadapi tantangan ke depan. “Tantangan ke depan itu, yakni yang terkait dengan radikalisme misalnya, bagaimana mereka punya mimpi tertinggi, bagaimana mereka punya langkah-langkah supaya mereka bisa mencapai mimpi itu. Di sini kita juga menggandeng Disdik, Diskominfo, termasuk BKKBN agar terhindar dari pernikahan dini, narkoba dan sex bebas,” jelasnya.

Yang paling penting menurut Atalia adalah di akhir kegiatan, pihaknya akan mengunjungi pelaku usaha atau UMKM. Mereka akan diberikan langsung pembinaan oleh Dekranasda Jabar bersama Sekranasda Kota Bogor. Termasuk juga akan diberikan pembekalan terkait dengan promosi bersama.

Masih kata Atalia, ketika turun ke lapangan, pihaknya selalu memposisikan itu sebagai penilaian. Namun, kali ini, bentuk pembinaanya dimunculkan supaya masyarakat betul-betul merasa tidak sendirian. Pemrov Jabar juga konsen terkait dengan permasalahan-permasalahan termasuk bagaimana mendorong kebutuhan-kebutuhan khususnya pada bidang yang terkait.

“Sarling itu, biasanya kita mendatangi tujuh lokasi. Ada beberapa yang digabungkan dan ada beberapa yang masing-masing. Tujuh lokasi ini, saya harapkan mampu menjadi pembinaan kami kepada masyarakat,” pungkasnya. (*/KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*