RT RW Ikuti Sosialisasi Pemilu 2019

kabar17.com – Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di lingkungan perumahan pada Pileg dan pilpres, Kantor kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor melakukan sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 serentak kepada RT dan RW dilingkungan perumahan di Aula PPIB Kota Bogor, Kamis (14/03/19).

Acara sosialisasi pemilu tersebut, dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya sekaligus sebagai narasumber sosialisasi bersama Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Czi Aji Sujiwo dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor Samsuddin.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, ada tiga hal dalam sosialisasi ini, pertama sosialisasi teknis kepemiluan simulasinya hampir setengah jam, kedua adalah menjaga kebersamaan dibawah agar tetap guyub dan ketiga mendorong partisipasi pemilih sebanyak 80 persen tercapai.

“Harus ada langkah-langkah yang betul-betul serius supaya warga di dorong untuk berpartisipasi. Saya lebih kepada menggairahkan warga supaya semuanya agar semua datang ke TPS, hari Jum’at setelah Pemilu pada Rabu 17 April 2019 mendatang itu hari libur jadi harpitnas. Jangan sampai bablas ke luar kota, tetapi mencoblos dahulu,” kata Bima.

Bima menegaskan, guna meningkatkan partisipasi pemilih, pertokoan dan swasta akan dikomunikasikan karena pencoblosan itu hari libur, jadi haru libur semua. Terkecuali pertokoan kalau tetap masuk menyesuaikan dengan jam kerjanya. Pemilik toko harus memberikan kesempatan pegawai mencoblos.

“Nanti saya akan undang mereka, saya akan terbitkan surat edaran untuk semua pertokoan,” tegasnya.

Bima juga menuturkan, menjelang Pemilu 2019 ini dirinya terkena hoax yaitu video membagikan sembako dengan Jokowi padahal video itu tahun 2016, ini akan semakin banyak menjelang 17 April 2019.
jadi kita bangun sistemnya kalau seperti itu bagaiman cara kita tabayun, cek dan riceknya bagaimana mengklarifikasi nya. Karenanya harus diklarifikasi cepat hal-hal seperti itu, dirinya dirugikan dengan hoax itu. Tidak mungkin dengan pakaian dinas melakukan kampanye.

“Ini kan tidak mungkin, diluar akal sehat. Tetapi banyak yang kemakan juga, karena itu menebar hoax ini harus kita lawan,” terangnya..

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Bogor Dadang Sugiarta menjelaskan, pemilu serentak tanggal 17 April 2019 pemerintah daerah berkewajiban membantu mensukseskan pemilu, target sekarang RT dan RW yang berada di perumahan dan yang dipemukiman sudah dilakukan di 68 kelurahan. Agar pemilu terlaksana dengan sukses, aman dan damai.

“Kami sama-sama sukseskan, yang utama masyarakat memberikan suaranya dengan datang ke TPS. Jadi berbondong-bondong datang ke TPS itu luar biasa,” ucapnya.

Dadang menegaskan, bahwa target pihaknya pemilu 2019 ini persentase masyarakat yang datang ke TPS dan mencoblos 85 persen dari DPT KPU Kota Bogor, tahun sebelumnya jumlah persentase yang mencoblos adalah 79 persen.

“Jadi enam persen ini dikejar dengan sosialisasi dan langkah lainnya. Target semaksimal mungkin, yang kuncinya melebihi target adalah hal luar biasa. Intinya partisipasi dalam pemilu adalah bela negara,” pungkasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*