Rayakan Hari Santri, GP Ansor Gelar Kirab Santri Milenial

kabar17.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019 dengan kirab santri milenial dari Balaikota hingga GOR Pajajaran, Minggu (20/10/19). Hadir dalam acara itu Walikota Bogor Bima Arya dan Wakil Walikota Dedie A Rachim, Pimpinan DPRD Atang Trisnanto, Dadang Danubrata dan Eka Wardhana, Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Zaenul Mutaqin,Konfercab GP Ansor Kota Bogor di indor GOR Pajajaran, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua PCNU Kota Bogor H. Irfan Haryanto, Ketua MUI Kota Bogor KH Abdullah Bin Nuh, Habib Hasan Al Attas, KH Tubagus Kholidi, Ki Narto, KH Fuad Fitri, Kyai Asep Zulfikor, Kyai Nafis Hamidi, Buya Didin, KH Taufik Khudori, para Ulama, kyai dan pimpinan pondok pesantren, serta ribuan santri di Kota Bogor.

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, bahwa kirab santri dengan pawai bersama merupakan semangat kebersamaan dan keberagaman di Kota Bogor. Hari Santri Nasional harus dijadikan momentum untuk persatuan dan kesatuan serta menguatkan persaudaran. GP Ansor di Kota Bogor sudah berkiprah dan selalu sinergis dengan Pemerintah Kota Bogor. “Kota Bogor kedepan akan diwarnai oleh teman teman Ansor dengan berbagai kegiatan diskusi dan lainnya. Saya berharap Ansor bersinergi membangun Kota Bogor,” ucap Bima.

Bima menyampaikan, bahwa akhir akhir ini ancaman terhadap persatuan nyata dan ada yang mengarahkan republik Indonesia ini ke kanan dan kekiri, padahal kiblat sebenarnya lurus kedepan. “Mari kita sama sama menguatkan NKRI dan melawan ancaman terhadap kesatuan dan persatuan bangsa. Saya berharap GP Ansor terus berperan dan menjalankan program program bersinergi nersama Pemkot,” katanya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kota Bogor Rommy Prasetya menuturkan, Hari Santri merupakan anugerah yang harus di syukuri, sebab melalui HSN ini eksistensi kita dalam sejarah perjuangan bangsa diakui negara dan masyarakat luas. Kemerdekaan Republik ini tidak bisa lepas dari perjuangan para kyai dan kaum santri. Bahkan dahulu para santri mengorbankan jiwa berjihad melawan penjajah.

“Bukti kecintaan kita terhadap tanah air, kita buktikan juga hari ini dengan berkhidmat menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Dengan kehadiran santri dan pesantren harus menjadi rahmat, kasih sayang bagi NKRI ini. Sekecil apapun yang kita lakukan sebagai santri, mesti bertujuan untuk berkhidmat. Bahkan kehadiran Gerakan Pemuda Ansor harus bisa memberikan manfaat dengan menolong sesama,” ujar Rommy.

Dalam praktiknya, lanjut Rommy GP Ansor menolong agar ajaran, nilai-nilai, tradisi, dan tokoh-tokoh ahlussunnah waljama’ah berkembang dengan baik di Indonesia bahkan dunia. Pondok pesantren, masjid, surau, madrasah dan majlis-majlis taklim sebagai tempat pendidikan dan dakwah tempat efektif untuk mendesiminasikan Aswaja tetap berdiri kokoh dan kuat.

“Alhamdulillah, selama 1 periode ini, sekitar 4 tahun, saya memimpin GP Ansor Kota Bogor dengan hiruk pikuk dan segala dinamikanya. Kami berusaha berkhidmat untuk NU dan NKRI. Kami memohon maaf atas segala kekurangannya. Semoga para kyai dan warga Nahdliyyin berkenan menerima segala apa yang telah kami sajikan melalui program-program di Ansor. Tentu ini bukan menjadi akhir khidmat kami di NU. Kami yakin masih banyak ruang dan kesempatan kami untuk berkhidmat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para kiai dan pimpinan daerah yang telah memberikan banyak masukan untuk kami. Semoga kita masih bisa bersinergi dalam kesempatan selanjutnya,” pungkasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*