Rapat Paripurna Bahas Anggaran Pembebasan Lahan

kabar17.com – Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor menyepakati berbagai rencana anggaran pembangunan di tahun 2020. Rencana anggaran APBD Kota Bogor untuk tahun anggaran 2020 itu disepakati melalui rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa (26/11) lalu.

Dalam kesepatakan rencana anggaran APBD Kota Bogor itu, dua di antaranya untuk anggaran pembebasan lahan jalan Regional Ring Road (R3) seksi III di Kelurahan Katulampa, dan pembebasan lahan di sekitar jembatan Otista, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur. Kedua anggaran untuk pembebasan lahan tersebut, Pemkot dan DPRD Kota Bogor menganggarkan sebesar Rp 10 miliar yang bersumber dari APBD Kota Bogor.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menjelaskan, anggaran yang di bahas bersama di paripurna itu nilainya sekitar Rp 2,5 miliar dengan dana perimbangan Rp 1,25 miliar dan dana pendapatan daerah Rp 1,3 triliun. Dalam pembahasan yang sudah disepakati bersama itu untuk beberapa pembangunan yang krusial di tahun 2020 mendatang.

“Pertama, kita ingin memastikan bahwa dana untuk sektor pendidikan itu minimal 20 persen dan kita sepakati di angka 21 persen. Kemudian dinas kesehatan 10 persen dan ketiga juga kita beberpa hal yang penting sekali dengan alokasi untuk pembayaran bantuan iuran BPJS kepada masyarakat miskin, serta beberapa hal termasuk pembangunan infrastruktur yaitu persiapan untuk pembangunan jembatan otista yang saat ini macet,” kata Atang kepada media usai rapat paripurna.

Selain pembebasan lahan Otista, lanjut Atang, juga terkait pembebasan lahan R3 untuk seksi II, termasuk beberapa kegiatan penting lainnya, seperti persiapan pembanguanan yang dialokasikan provinsi diantaranya adalah alun alun kota bogor dan juga revitalisasi ciliwung.

“Ada beberapa hal juga yang sangat penting terkait dengan adanya peningkatan program di bidang kesehatan, serta kebersihan lingkungan di antaranya angkutan sampah, yang mana angkutan sampah ini diperlukan untuk mengambil tumpukan sampah di pemukiman warga melalui roda 2 atau 3. Saya kira itu beberapa hal penting yang menjadi pembahasan kita,” sambungnya.

Terkait pembebasan lahan Otista, kata Atang, anggarannya sekitar Rp 10 miliar. Tetapi, anggaran bisa diberikan dengan catatan yaitu disesuaikan dengan hasil appraisal yang keluar pada minggu kedua di bulan Desember.

“Jadi, prosesnya setelah persetujuan di paripurna ini maka kami mengirimkan surat ke walikota untuk diteruskan ke gubernur untuk mendapatkan evaluasi gubernur, sehingga angka-angkanya bisa jadi akan ada penyesuaian berdasarkan catatan evaluasi gubernur. Kita juga berharap hasil appraisal dari tim yang ditunjuk pemkot terhadap nilai dengan lahan yang di bebaskan sudah keluar. Sehingga nanti yang setujui adalah hasil appresial itu,” ujarnya.

Dia juga menyebut, anggaran untuk pembebasan lahan R3 angkanya Rp 10 miliar. Namun dirinya mengatakan bahwa anggaran tersebut masih banyak kurang, karena angkanya cukup besar sampa dengan tembus selesainya R3 untuk seksi III.

“Kemungkinan kita akan kembali diskusikan lagi di APBD perubahan, apakah kemudian nanti dalam perjalannya ada anggaran yang setidaknya tidak terserap oleh pemkot karena berbagai kendala dari berbagai hal untuk menyelesaikan pr-pr terbesar di Kota Bogor,” jelasnya.

Masih kata Atang, dalam rapat ini juga dibahas soal Masjid Agung Kota Bogor. Menurutnya, anggaran untuk Masjid Agung itu dianggarkan Rp 15 miliar. “Harapannya kita sudah sampaikan ke pemkot, tahun depan masjid agung walaupun belum selesai 100 persen, tapi setidaknya bisa digunakan secara layak untuk ibadah oleh masyarakat Bogor,” tandasnya. (*/MYM)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*