Proyek Pasar Rakyat Tuai Polemik

kabar17.com¬†–¬†Proyek Pasar Rakyat, Kampung Kebon Jati, Desa Sinargalih terus menuai polemik. Saat ini, Pemerintah Desa menuntut adanya kejelasan berupa sosialisasi pembangunan pasar rakyat yang menelan anggaran hampir tiga miliar tersebut.

Kepala Desa Sirnagalih, Amat Suparta menuturkan, jika memang pembangunan pasar tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan tidak menjadi masalah. Saat ini, pihak desa hanya mengharapkan kejelasan.

“Kita butuh suatu kejelasan karena informasi yang kita ketahui sangat minim. Seperti, nama pasarnya saja kita belum tau. Lalu kios yang akan dibangun itu, berapa jumlahnya? Kemudian, seperti apa peruntukannya dan pembangian kios untuk delapan desa bagaimana?,” terang Amat, Senin (15/10/18).

Amat mengakui, usulan pembangunan pasar memang dilakukan pihak kecamatan. Itu pun hanya sebatas pembebasan lahan, negoisiasi dan penyertaan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). “Kurang koordinasinya setelah penunjukan tender,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, memang tidak jadi masalah ketika Pemdes tidak ikut andil dalam penunjukan tender. Namun, dirinya menyesalkan, dari pihak pemilik proyek tidak memfasilitasi pengembang untuk melakukan sosialisasi kepada Pemdes. “Sosialisasi itu, tidak pernah terealisasi hingga saat ini. Kalau memang serius, pengembang harusnya datang ke saya. Tapi nanti saya akan coba koordinasi dengan pihak kecamatan,” tegasnya.

Terpisah, Pendamping Desa Kecamatan Tamansari, Aji mengaku tidak mengetahui kejelasan pembangunan pasar rakyat itu. Ia menuturkan, bahwa sosialisasi sempat dilakukan pada kegiatan Minggon bersama seluruh Kepala Desa (Kades).

“Sosialisasinya dilakukan hanya di satu tempat. Cuma kalau secara administrasi misalnya diberitahukan menggunakan surat pemberintahuan saya belum lihat,” terangnya. (yud)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*