Proyek Interchange Tutup Akses Jalan, Warga Class Action Pemkot Bogor

kabar17.com –  Proyek pembukaan tol Jagorawi KM 43,1 untuk pembangunan on ram (Interchange) yang akan dijadikan pintu masuk ke kota mandiri Summarecon tidak memberikan akses jalan keluar maupun masuk bagi warga pemilik lahan di Kampung Parung Banteng, Kelurahan Katulampa.

Salah satu warga, Helly Purnama menuturkan, sejak awal dimulai rencana pembangunan on ram Interchange, tidak ada permohonan perijinan kepada warga yang lokasi lahannya tepat berada di bibir jalan tol. Bahkan dari September 2018, pembangunan on ram Interchange sudah menutup akses pintu masuk maupun keluar ke lahan warga.

“Kami kecewa karena akses jalan ke lokasi lahan kami ditutup total. Pihak pelaksana pembangunan, Pemkot Bogor, Jasa Marga maupun Summarecon Group tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Helly bersama warga lainnya menuntut agar akses jalan ke lokasi pemilik lahan sesuai dengan PP nomor 15 tahun 2005 tentang jalan TOL, diberikan sesuai dengan kondisi sebelumnya. “Kejelasan dan kepastian dari Pemerintah Kota Bogor untuk membantu hak warga nya tidak ada. Walikota Bima Arya diam saja dan masa bodo dengan permasalahan warga nya ini. Kita sudah beberapa kali rapat di Jasa Marga, tetapi tidak ada hasil apa apa. Akses jalan ke lahan kami tetap saja ditutup,” tandasnya.

Warga pemilik lahan lainnya, M. Sarwono Purwa Jayadi dan Yahya Maulana dan mengungkapkan bahwa warga akan melakukan Class Action menuntut pihak Pemkot Bogor. “Kami akan melakukan langkah hukum Class Action ke Pengadilan Negeri Bogor untuk menuntut Pemerintah Kota Bogor karena memberikan perijinan terhadap proyek tersebut. Sehingga akses jalan ke lahan kami yang sejak puluhan tahun ada, hilang karena proyek itu,” ucapnya.

Sarwono juga mengaku kecewa terhadap Walikota Bogor Bima Arya yang diam saja tanpa memberikan bantuan apa apa, dinas instansi di Pemkot Bogor juga tidak melakukan upaya membantu persoalan kami. Pembangunan on ram Interchange untuk Summarecon itu syarat dengan kepentingan, bahkan ada pengembang lain yang juga menutup akses jalan ke lahan warga.

“Disana ada kepentingan untuk Summarecon, tetapi ada juga kepentingan untuk pengembang Bogor Raya yang juga turut andil menutup akses jalan ke lahan kami. Kita akan melakukan langkah hukum dengan adanya kejadian ini,” ancamnya.

Dengan adanya penutupan akses jalan ke lahan warga, aktifitas perkebunan maupun pesawahan di lahan milik warga otomatis terhambat dan tidak bisa berjalan seperti biasanya. “Kita bingung mau ke kebun juga, akses masuknya lewat mana, semuanya ditutup begini,” imbuhnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*