Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Balita Oleh Ibu Tiri

kabar17.com – Polresta Bogor Kota menangkap Zulfa Fauziah Lifi (ZFL) alias Empi (20) tersangka kasus kekerasan terhadap SA (4) di Kp Situpete RT 04/RW 10 Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, yang mengakibatkan balita tersebut meninggal dunia. Tersangka tidak lain adalah ibu tiri korban.

Terungkapnya kasus ini, diketahui saat ZFL membawa SA ke puskesmas Mekarwangi. Setelah diperiksa oleh tim dokter Mekarwangi, ternyata anak balita berusia 4 tahun 8 bulan tersebut sudah tidak bernyawa dan banyak ditemukan luka lebam di sekujur tubuhnya. Dari laporan itu, kepolisian resor Kota Bogor menyelidiki terkait meninggalnya balita tersebut.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser didampingi Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Niko N Adi Putra mengatakan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, korban meninggal tidak wajar karena ditemukan banyak luka lebam di sekujur tubuhnya. Kemudian penyidik melakukan otopsi ke RSUD Ciawi atas persetujuan pihak keluarga.

Ia menerangkan, ZFL memiliki anak berumur satu tahun setengah. Kalau anaknya membuat kekesalan kepada ibunya, pelampiasannya ke SA. Sedangkan suami pelaku bekerja di luar kota dan pulang ke Bogor sebulan sekali. Hal itu yang membuat pengawasan kepada anak kurang.

SA ini, adalah anak tiri tersangka. Kekerasan yang dilakukan yakni menjambak rambut bagian belakang, mencubit tangan dan paha, membentur kepala ke tembok, dan mencubit dada sampai terluka.

Korban juga mengalami patah tulang tengkorak sebelah kiri yang mengakibatkan pendarahan di dalam rongga kepala hingga korban berhenti bernapas. Diketahui tersangka sering melakukan penganiayaan kepada korban. Namun puncaknya pada Senin 9 September 2019. Pihaknya pun telah melakukan pemeriksaan terhadap sepuluh orang saksi.

“Barang bukti yang kita amankan berupa tiga baju dress, satu kaos dalam, dan satu celana pendek warna pink dan hijau. Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 76 C jo Pasal 80 ayat 3 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 200 juta,” jelas Kapolresta saat konferensi pers di Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Kamis (19/9/19). (KY).



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*