PHM dan Lurah Babakan Pasar Tebar Benih Ikan Endemik di Ciliwung

kabar17.com – Sebanyak 10.100 ekor ikan endemik ditebar di sungai Ciliwung Kampung Kebon Jukut, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (26/8/19). Penebaran ikan tersebut merupakan Corporate Social Responsibility CSR dari Purna Karya Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bekerjasama dengan Kelurahan Babakan Pasar.

Vice President HSEQ PHM Yoseph Gunawan mengatakan, tujuan penebaran 5 jenis ikan endemik sungai Ciliwung ini untuk memperbaikinya lingkungan hidup di sungai Ciliwung.

“Tujuan di tebarnya ikan endemik sungai Ciliwung ini, agar bisa tumbuh sehingga bisa memperbaiki ekosistem sungai dan masyarakat bisa menikmati akan nilai ekonominya nanti,” ucap Yoseph.

Menurut Yoseph, sungai Ciliwung tidak menutup kemungkinan masih tercemar polusi yang di sebabkan oleh masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pihaknya melakukan penebaran ikan agar masyarakat lebih peduli dengan ekosistem sungai karena ikan bisa mengurangi pencemaran atau mengurai polusi di sungai.

“Ini emang harus bekerjasama dengan masyarakat jadi mereka harus punya satu cara ataupun satu keinginan untuk menjaga sungai. Jadi, nanti masyarakat bisa berkoordinasi kepada RT, RW dan ke dinas Lingkungan Hidup untuk menyampaikan pencemaran,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sebelum melakukan penebaran ikan di sungai Ciliwung, pihaknya berkoordinasi dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ikan apa yang cocok ditebar di sungai Ciliwung.

“Kita ajak masyarakat sekitar, anak anak dan ibu-ibu untuk menebar ikan agar anak-anak bisa memahami fungsi sungai dan ekosistemnya. Kita berharap ikan yang ditebar ini bisa tumbuh berkembang dan ekosistem sungai Ciliwung makin membaik,” harapnya.

Sementara, Lurah Babakan Pasar, Rena Da Frina menuturkan, dipilihnya kampung Kebon Jukut untuk lokasi penebaran ikan bersama Purna Karya PHM karena masyarakat di sini sangat guyub. Selain itu, habitanya juga sesuai dengan karakteristik ikan yang di tebar sehingga ikan bisa berkembang biak dengan baik.

“Salah satu indikator bahwa sungai itu sehat atau tidak dan sungai itu kualitas airnya bagus atau tidak dilihat dari habitat yang di dalam sungai itu. Kita akan buktikan bahwa sekarang kita sudah mulai bergerak untuk meningkatkan kualitas air sungai, sampah kemudian kotoran-kotoran juga sudah mulai kita kurangi,” katanya.

Untuk pengawasan, kontrol dan monitoring tambah Rena, pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan secara 24 jam, tetapi pihaknya hanya bisa mengingatkan masyarakat agar bisa menjaga sungai Ciliwung.

“Saya bilang ke warga untuk menjaring ikan nggak bisa, tapi kalau untuk mancing silakan, itu pun harus tunggu ikannya besar,” ujarnya.

Ia berharap mendapat ada CSR lainnya untuk kelestarian lingkungan dan apapun itu programnya yang terpenting untuk kemaslahatan warga.

“Tadi ada tawaran bantuan dari KLHK dan konservasi hutan lindung Jawa Barat, apapun itu bantuannya kita tidak pilih-pilih yang penting kita ada link dulu supaya enak bergerak masukan proposal apa saja kalau sudah ada jaringannya,” pungkasnya. (*/KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*