Peringati Hari Kesehatan Jiwa Dunia, Dompet Dhuafa Ajak ODGJ Lomba dan Bertamasya

kabar17.com – Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Dunia yang jatuh pada 10 Oktober, Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Yayasan Jambrud Biru mengajak puluhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bertamasya di Kebun Raya Bogor. Kegiatan yang di ikuti oleh 30 pasien ODGJ dari Yayasan Jambrud Biru ini, di isi dengan beberapa kegiatan diantaranya lomba menggambar, baca puisi, lomba adzan, dan kultum. Selanjutnya mereka diajak berkeliling Kebun Raya dengan menaiki mobil tour.

Manager program Dompet Dhuafa, Ahmad Fitroh menyampaikan, acara ini, dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan se-Dunia yang jatuh tepat di tanggal 10 Oktober. Di acara ini, pihaknya menggandeng Yayasan Jamrud Biru sebagai mitra yang menangani pasien ODGJ untuk mengajak pasiennya bertamasya dengan harapan mereka senang gembira bisa keluar menikmati suasana di luar yayasan.

“Mereka kita ajak mengikuti aneka lomba yang kita siapkan. Ada perlombaan melukis, kultum, adzan, dan baca puisi. Setelah itu kita ajak mereka touring keliling Kebun Raya. Harapannya mereka bisa sehat kembali dan diterima oleh keluarganya dengan sepenuh hati tanpa ada diskriminatif dan stigma negatif kepada mereka,” kata Ahmad.

Ia menerangkan, Dompet Dhuafa hadir dengan beberapa program yang langsung bersentuhan dengan pembinaan pasien ODGJ diantaranya, pertama, mengirimkan para ustad untuk memberikan bimbingan spiritual di beberapa yayasan rehabilitasi ODGJ. Kedua, melakukan kegiatan evakuasi dan rehabilitasi pasien ODGJ yang ada di keluarga Dhuafa.

“Kita evakuasi mereka kemudian kita kirim ke beberapa mitra yang kita percaya untuk dilakukan rehabilitasi. Ketiga, kita rutin setiap minggu keliling Jabotabek untuk memberikan makan dan pakaian kepada pasien ODGJ yang ada di jalan raya. Keempat, kita melakukan pemberdayaan bagi mantan pasien ODGJ agar mereka berdaya setelah mereka sembuh,” bebernya Kamis (10/10/19)

Ia menambahkan, Dompet Dhuafa bukan hadir untuk sisi medicalnya tapi hadir untuk mengembalikan dan memberikan pemenuhan aspek spiritual kepada pasien. Karena aspek spiritual itu, menjadi bagian dari aspek kesembuhan secara komprehensif. Jadi, bukan hanya aspek psikis saja tapi ada sisi spiritual yang harus di penuhi sebagai aspek kesembuhan pasien.

“Aspek spiritual yang diberikan diantaranya mereview kembali sisi ilmu agama, mengajarkan mengaji, tata cara salat, karena mereka blank dengan kondisi yang mereka alami saat ini. Kita berharap ke depan Dompet Dhuafa punya yayasan yang fokus membina, merehabilitasi pasien ODGJ baik yang di jalan maupun yang berasal dari keluaraga Dhuafa,” ungkapnya.

Sementara itu, Pendiri Yayasan Jamrud Biru, Suhartono mengatakan, pasien ODGJ yang ikut dalam kegiatan ini hanya 30 orang. Mereka yang ikut ini, tingkat penyembuhannya sudah 60 persen ke atas. Sehingga mereka bisa diatur, diarahkan, dan sudah bisa beradaptasi dengan masyarakat. Kalau di bawah 60 persen khawatir jadi ricuh nantinya.

“Yang ikut ini kebanyakan masalahnya narkoba, ilmu hitam, dan ekonomi. Kasus pembunuhan juga ada banyak tapi tidak saya bawa karena belum stabil dan masih dalam pengawasan yang cukup intensif,” ucapnya.

Ia mengatakan, yayasan yang berkantor di Kota Bekasi ini, sudah berjalan sejak 2009. Dan sudah ratusan pasien yang disembuhkan. Saat ini, yayasannya menangani 153 pasien. 12 pasien diantaranya adalah wanita. Sedangkan sisanya laki-laki.

Adapun masalah kejiwaan yang ditangani beragam. Namun yang terbanyak itu dari masalah narkoba, kemudian ilmu hitam, dan masalah ekonomi. “Jadi pasien kita ini macam-macam. Ada karena cita-cita tidak tercapai, proyeknya gagal. Rata-rata karena kegagalan, depresi, stres, gagal nyaleg juga ada. Bahkan sekarang ini, pasien yang lagi marak adalah masalah gadget. Bermain game online lewat komputer dan handphone,” katanya.

Ia melanjutkan, rata-rata usia pasien disini paling muda 13 tahun dan yang paling tua 70 tahun. Mereka dari berbagai daerah. Bahkan dari luar pulau Jawa pun ada. Jadi sudah nasional. “Dari tanggal 5-10 Oktober ini, kita sudah memulangkan 5 orang yang sudah sembuh dan mereka sudah pulang ke keluarganya. Dan yang paling utama mereka bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Ini makna kita memperingati Hari Kesehatan Jiwa. Harus ada yang sembuh,” ucapnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*