Penolakan Septic Tank Komunal di RW 09, Lurah Babakan Pasar: Hanya Miskomunikasi

kabar17.com – Lurah Babakan Pasar, Rena Dan Frina melakukan musyawarah dengan warga Kampung Padabeunghar RW 09, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, terkait adanya penolakan warga tentang pembuatan septic tank komunal.

Menurut Rena, Pembangunan septic tank di Kampung Padabeunghar ini sesuai dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yakni naturalisasi Ciliwung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dan tidak ada penolakan tentang pembuatan septic tank komunal di RW 09, tetapi ini hanya miskomunikasi antara warga dengan tim sosialisasi.

“Sepertinya ada pesan yang tidak disampaikan secara utuh kepada warga, jadi saya akui adanya miskomunikasi antara tim sosialisasi yang awal dengan warga. Tadi saya tanya warga satu persatu masih banyak yang belum mengetahui informasi itu secara utuh,” ucap Rena usai musyawarah dengan warga, Selasa (30/7/19).

Rena menyayangkan jika program yang di titik beratkan untuk normalisasi Ciliwung ini tidak disambut baik oleh warga karena kurangnya informasi. “Kami tetap berusaha bagaimana untuk mensukseskan naturalisasi Ciliwung bisa di dukung oleh warga termasuk pembuatan sepiteng komunal,” katanya.

Sementara, Kepala Seksi air minum air limbah Dinas PUPR Kota Bogor, Rina Apsari mengatakan, pembuatan septic tank ini awalnya atas usulan dan minat dari warga, kemudian menurutnya dilakukan server oleh tim monev dan dinas PUPR hanya mengeksekusi dengan infrastruktur.

“Untuk perencanaan itulah makanya kemarin sudah disurvei rumah-rumah yang bisa disambungkan untuk septic tank komunal. memang tahu ini baru dianggarkan untuk 17 rumah, tapi tidak menutup kemungkinan itu masih bisa ditambahkan,” katanya.

Rina menambahkan, pihaknya tidak bisa memberikan tangki septic individu karena lokasi di kampung Padabeunghar ini sangat terbatas. “Untuk pemeliharaan yang terkait dengan penyedotan nantinya kita akan libatkan masyarakat, jadi kami bangunkan, tapi dipelihara oleh masyarakat, jadi masyarakat ada rasa memiliki,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Paguyuban Padabeunghar ngajiku, Teddy Irawan menuturkan, awalnya dirinya mendapatkan aduan dari beberapa warga yang keberatan dengan adanya pembuatan septic tank komunal di RW 09 ini.

“Memang nggak ada unsur paksaan, tadi juga sudah dijelaskan oleh ibu Lurah sendiri maupun dari Dinas PUPR tentang manfaat septic tank komunal seperti apa. Tapi kan tadi udah jelas warga tetap menolak,” jelasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*