Pemusnahan Barang Bukti Inkrach

Kabar17.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor bersama unsur Muspida melakukan pemusnahan barang bukti yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrach) di halaman kantor Kejari Kota Bogor, Rabu (28/11/18).

Kepala Kejari Kota Bogor Yudi Indra Gunawan, barang bukti yang dimusnahkan sudah mendapatkan keputusan inkrach (berkekuatan hukum tetap) dari hasil penanganan 196 perkara pidana pidum terhitung sejak Oktober 2017 hingga Oktober 2018.

Barang bukti yang dimusnahkan pada hari ini, yakni 196,5904 gram sabu-sabu, 2.390,9627 gram ganja, 1,507.97 butir psikotropika dan obat keras. Tak hanya itu saja, juga ada 35 unit Hp, 31 bilah sajam, 55 lembar upal Dollar, 15 lembar upal Rupiah, kunci 17 buah, timbangan digital 14 unit, alat hisap 29 buah, pakaian 26 seat, tas 31 buah, dompet 2 buah, sepatu 3 buah, regulator kran 6 buah. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar, direbus dan ada yang dipotong menggunakan mesin gerindra.

“Perkara itu, tidak semuanya dirampas dan diputuskan untuk dimusnahkan karena ada juga sebagian barang bukti yang dirampas negara maupun dikembalikan kepada pemiliknya,” terangnya.

Dalam setahun ini, sambungnya, jumlah kejahatan baik secara kuantitas maupun kualitas meningkat. Sampai saat ini, kejahatan yang dominan yaitu penyalahgunaan narkoba maupun psikotropika. Pelakunya juga didominasi oleh generasi muda. Bahkan, jumlah penghuni lapas baik tahanan masih tersangka, terdakwa, ataupun sudah terpidana hampir 90 persen lebih adalah generasi muda. Yang mengkhawatirkan lagi pelaku kejahatannya adalah anak-anak.

“Kejahatan narkoba bisa menjadi awal atau pemicu munculnya kejahatan-kejahatan lainnya. Kita semua para stakeholder berharap kejahatan bisa menurun dengan bersama-sama membangun sinergitas untuk menjaga lingkungan tetap aman, kondusif, terjaga, dan saling melaporkan bila ada kejahatan yang ada disekitarnya,” kata Yudi.

Sementara, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menambahkan, pemusnahan barang bukti ini, merupakan bukti keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Kepolisian, Pengadilan dan Kejaksaan dalam menangani permasalahan narkoba.

“Karena kejahatan juga telah merambah ke dunia digital, maka kita harus beradaptasi juga dengan perkembangan teknologi. Jika diperlukan, kami bersama DPRD bisa membuat regulasi yang diperlukan untuk menekan angka kejahatan menyerang generasi muda dari kejahatan narkoba dan kejahatan lainnya,” ungkapnya. (Tri)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*