Pemkot dan DPRD Kota Bogor Ajukan PSBB ke Pusat

kabar17.com – DPRD Kota Bogor memberi lampu hijau apabila Pemkot akan mengajukan PSBB kepada Menteri Kesehatan dengan catatan dilengkapi kajian dampak sosial dan dampak ekonomi yang timbul selama penerapan tersebut. Hal tersebut, dikatakan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim usai melakukan rapat koordinasi antara Pemerintah Kota dengan DPRD Kota Bogor pada Selasa (7/4) kemarin yang membahas penanganan Covid-19.

Menurut Dedie, penerapan PSBB sebaiknya diikuti Jabodetabek demi mengefektifkan langkah-langkah yang diambil daripada melakukan Karantina Wilayah Parsial namun sendiri-sendiri. “Baru saja 5 KDH Bodebek Rakor dengan Gubernur Jabar, dan diputuskan bahwa Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor akan melaksanakan PSBB secara kolektif dan dikoordinasikan oleh gubernur Jawa Barat,” kata Dedie melalui pesan singkatnya.

Dedie menerangkan, data yang diperlukan untuk mengajukan wilayah menerapkan PSBB yaitu kajian tentang lalin, pencegahan penyebaran Covid-19 dan penanganan medis (kuratif), pengelolaan anggaran, persiapan SDM, penegakan aturan dan hukum.

Dedie melanjutkan, pengajuan surat permohonan rekomendasi akan diajukan bersama sama dalam waktu yang tidak terlalu lama sambil dilengkapi dengan data-data yang diperlukan. Besok pagi, Rabu (8/4) hal ini akan dilaporkan oleh gubernur Jawa Barat dan kepala daerah se Bodebek kepada presiden dalam rapat terbatas penanganan Covid-19.

“Kami lakukan ini sebagai respon dari DKI yang sudah mendapatkan rekomendasi Kemenkes dan sudah menerapkan PSBB terhitung kemarin. Ini yang nanti akan kami dibicarakan dengan masing-masing pemerintah daerah, karena Pemerintah Kota Bogor pun masih harus menghitung dampak ekonomi dari PSBB ini,” ungkapnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*