Pemenang Lelang Proyek Blok 3 RSUD Di Minta Tidak Asal-Asalan

kabar17.com – Ketua Umum Korps Mahasiswa (Kopma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Bogor, Lathif Fardiansyah menilai, proyek pembangunan gedung perawatan Blok 3 RSUD yang dimenangkan oleh PT Trikencana Sakti Utama harus diawasi seketat mungkin karena ini menyangkut kebermanfaatan hajat hidup orang banyak.

Apalagi dengan waktu yang sempit dan anggaran penawaran turun hingga Rp10 Miliar. Patut dipertanyakan pengerjaan dan kualitasnya. Maka harus dipastikan betul pembangunannya tidak asal-asalan atau tidak main-main.

Lathif menjelaskan, proyek ini harus sesuai dengan perencanaan yang ada, dan spek harus dipastikan yang terbaik. Tak hanya itu, track record pemenang tender harus juga sebaiknya harus dilihat. Jika buruk, masih ada waktu untuk diganti daripada saat sudah berjalan mega proyek ini akan mandek atau tidak sesuai dengan rencana.

Lathif menambahkan, sebaiknya proyek ini, diwaspadai sejumlah pihak baik itu dari pemkot atau instansi lainnya. Jangan sampai ada yang main mata dengan pemenang tender.

“Kalau ada yang main mata, dipastikan kualitas akan menurun. Karena dari pagu saja sudah jauh turun nilainya, ditambah ucapan terima kasih atas proses main mata ini,” ungkapnya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, pembangunan gedung perawatan baru di RSUD harus benar-benar terwujud karena menjadi kebutuhan utama dan menjadi solusi kebutuhan ruangan di RSUD. Semuanya akan mengawasi pekerjaan pembangunan di lapangan nanti.

“Harus terwujud dengan baik karena gedung perawatan itu sangat dibutuhkan sekali. Kita awasi terus dari mulai awal pembangunan nanti,” ucapnya.

Sebelumnya, DPD KNPI Kota Bogor ternyata tak tinggal diam menyikapi Lelang proyek Pembangunan Gedung Perawatan Blok 3 pada RSUD Kota Bogor senilai 101 miliar yang sudah memiliki pemenang lelang yakni PT Trikencana Sakti Utama, dengan harga penawaran Rp89.706.107.164,14.

Ketua DPD KNPI Kota Bogor Bagus Maulana menyoroti turunnya nilai penawaran yang sangat drastis, sehingga dikhawatirkan apa yang sudah direncanakan bisa saja meleset dari harapan.

“Dalam masalah ini, Pengguna Anggaran (PA) harus hati-hati dan lebih baik memanggil semua pihak seperti konsultan dan panitia lelang. Jadi, PA suruh pihak-pihak terkait itu untuk buat surat pernyataan tanggungjawab penuh atas penunjukan PT Trikencana Sakti Utama sebagai pemenang. Di mana nilai proyek turun sampai 10 miliar,” tegas Bagus.

Untuk PA ini, masih kata Bagus, harus mau memaksa para konsultan perencana serta pengawasan untuk menghitung ulang dengan harga-harga penawaran Rp89.706.107.164,14, proyeknya akan selesainya sampai tahap mana. Jangan dianggap remeh soal ini karena menyangkut hajat hidup orang banyak. (*/KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*