Pembangunan Masjid Agung Menunggu Hasil Kajian Puslitbang Perumkim

kabar17.com – Tim Litbang Perumahan dan Pemukiman akan melakukan pengkajian terhadap konstruksi Masjid Agung Bogor. Dengan demikian pembangunan lanjutan Masjid Agung Bogor di Jl. Nyi Raja Permas, Kecamatan Bogor Tengah, yang dianggarkan di tahun ini, nampaknya bakal kembali molor.

Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Pemukiman, Arif Sabarudin mengatakan, selama ini, pihaknya baru menelaah hasil evaluasi dari institusi lain. Karena itu, selama satu bulan ini, dirinya bersama tim baru akan melakukan pengecekan dan pemetaan terhadap bangunan masjid. Setelah itu, PUPR secara resmi akan menyampaikan reportnya.

“Kami baru mau memetakan daya dukung bangunan ini seberapa besar. Yang penting itu dulu. Supaya kita bisa melanjutkan tanpa ada yang diubah dan tidak ada yang mubazir. Seperti itu nanti pendekatannya,” kata Arif usai meninjau Masjid Agung Bogor, Kamis (8/8/2019).

Dia melanjutkan, desain pembangunan masjid ini pun nanti akan disinkronkan dengan alun-alun, Blok F, termasuk dengan stasiun Bogor. Sehingga ini nantinya akan menjadi sebuah kawasan yang lebih ikonik.

“Jadi, tidak hanya masjid yang eksklusif sebagai single building tapi di sini nanti Kota Bogor memiliki satu ikon yang monumental ke depannya dan jadi kawasan yang terpadu,” ucapnya.

Sementara, Wali Kota Bogor, Bima Arya yang mendampingi peninjauan menyampaikan, Litbang Perumahan dan Pemukiman sekarang ini akan melakukan proses pengkajian akhir dari konstruksi Masjid Agung Bogor. Diperkirakan dalam waktu satu bulan akan keluar hasil kajian dan rekomendasinya terkait dengan kekuatan konstruksi yang ada disini. Nanti setelah ada kajian dari tim, hasilnya akan dijadikan sebagai landasan untuk menyusun kembali revisi dari Detail Engineering Design (DED) yang ada.

“Jadi, nanti revisi desainnya mengacu kepada rekomendasi prof Arif dan rekan-rekan. Design and build-nya tahun depan. Mudah-mudahan 2021 lah ini bisa rampung. Karena yang paling penting adalah keselamatan dulu,” ucapnya.

Pembangunan masjid ini pun kata Bima nantinya harus sinkron dan selaras dengan alun-alun dan desain Blok F.

“Kita sinkronkan semuanya. Masjid Agung, alun-alun, Taman Bogor, Stasiun Bogor, termasuk nanti ada perubahan desain untuk pedestrian di kawasan sini. Insya allah ini akan menjadi ikon baru Kota Bogor,” ungkapnya.

Terkait adanya kesalahan konstruksi yang tidak sesuai di lapangan pada pembangunan Masjid Agung Bogor, Bima mengatakan, tidak akan ada perombakan pada bangunan hanya penyesuaian sesuai kajian dan rekomendasi dari Puslitbang PUPR.

“Bisa saja ini lanjut dibangun tapi kan beresiko. Karena dari awal sudah ditemukan oleh inspektur Jawa Barat, ada kesalahan konstruksi yang tidak sesuai di lapangan. Yang paling penting adalah keselamatan dulu,” kata Bima.

Sekarang ini, lanjut Bima, akan dilakukan proses pengkajian akhir dari konstruksi Masjid Agung Bogor. Diperkirakan dalam waktu satu bulan akan keluar hasil kajian dan rekomendasinya terkait dengan kekuatan konstruksi yang ada disini.

“Dari hasil kajian nanti, sejauh mana kesalahan konstruksi ini bisa dikembangkan lagi untuk pembangunan lanjutan. Jadi, bukan dirombak tapi di sesuaikan. Kan, ini pondasinya sudah ada. Tinggal bagaimana supaya sesuai dengan konstruksi yang sudah ada tanpa memerlukan pembongkaran,” terangnya.

Masih kata Bima, anggaran yang sudah ada akan direalokasi ke tempat yang lain dulu. “Kemarin sudah dilakukan kesepakatan untuk perubahan yakni direalokasikan untuk kebutuhan yang lain dulu. Untuk selanjutnya di tahun depan akan di anggarkan kembali,” pungkasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*