Pembangunan Gedung RSUD Molor, Kontraktor Terancam Kena Denda

kabar17.com – Proyek pembangunan gedung perawatan Blok 3 RSUD Kota Bogor hingga kini masih belum dilaksanakan. Pasalnya, sejak kontrak kerja ditandatangani pada 17 Juni lalu, PT Trikencana Sakti Utama selaku pemenang tender masih melakukan pembongkaran.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Korupsi pada DPD KNPI Kota Bogor, Adam Malik menyangsikan pembangunan tersebut akan rampung tepat waktu, sebab hingga kini belum terlihat pembangunan yang signifikan.

“Belum ada pembangunan terlihat sampai sekarang. Saya khawatir takkan rampung telat waktu. Padahal RSUD ini, dibangun untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga,” ungkapnya Selasa (25/6/19).

Sebab, sambung Adam, Kota Bogor akan segera memasuki musim penghujan. “Intensitas hujan kemungkinan akan tinggi. Jangan sampai faktor cuaca dijadikan alasan keterlambatan pekerjaan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD, dr Rubaeah berdalih bahwa molornya pembangunan tersebut lantaran pembongkaran dimulai usai penandatanganan kontrak kerja. Rencananya pembongkaran berlangsung selama tiga pekan. Saat ini, masih dilakukan pemagaran artinya progres baru 30 persen.

Menurut dia, pembangunan akan dimulai pada awal Juli, dan ditarget rampung akhir Desember 2019. “Kami sih inginnya pembangunan selesai sebelum Natal, tanggal 25 Desember. Ya, mudah-mudahan saja selesai sesuai harapan,” ungkap Rubaeah saat ditemui di Kantor Kejari Kota Bogor.

Sebab, bila tidak ia khawatir cuaca di Bogor akan menghambat pembangunan tersebut. “Bogor itu daerah yang intensitasnya tinggi. Yang jadi kekhawatiran hujan dijadikan alasan keterlambatan,” ucapnya.

Rubaeah juga mengakui bahwa waktu pembangunan proyek bernilai Rp.89 miliar lebih itu tergolong mepet. Karena itu, dalam kontrak kerja pelaksana diancam dengan denda Rp90 juta perharinya bila terlambat. “Dendanya memang besar, karena dengan waktu yang mepet kami ingin pembangunannya cepat selesai,” ungkapnya. Ia menyatakan, bahwa tim pengawas juga siap mengawasi proyek tersebut agar waktu pengerjaan yang mepet tak mempengaruhi mutu bangunan.(KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*