Pelaku Pembunuh Supir Taksi Online di Tajur Dibekuk Polisi

kabar17.com –  Polresta Bogor Kota berhasil menangkap pelaku pembunuhan Ahsanul Fauzi seorang sopir online yang tewas mengenaskan pada Kamis (31/10) lalu di depan BRI unit Harjasari, Jalan Raya Wangun, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Dalam konferensi pers yang digelar Senin (4/11/19), Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser menjelaskan, pelaku ditangkap di wilayah Kabupaten Bogor pada Sabtu (2/11) kemarin. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, motif yang berhasil digali, pelaku melakukan penusukan karena ingin merampas uang korban.

“Jadi, modusnya ia memesan taksi online. Setelah membayar, pelaku kemudian menusuk korban dengan pisau cutter. Korban yang sempat berteriak dan membunyikan klakson membuat pelaku panik lalu keluar dari pintu sebelah kiri kemudian kabur dengan memakai ojeg,” jelasnya di Mako Polresta Bogor Kota Jl.Kapt Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Adapun barang bukti yang diamanakan berupa satu unit kendaraan berjenis Toyota Calya warna Silver ber nopol F 1088 CL, satu buah pisau karter, satu sandal jepit berlumuran darah milik korban, satu sandal jepit milik tersangka, pakaian korban, patahan pisau cutter di leher korban, satu kartu ATM, satu unit Handphone, dan STNK atas nama Ahsanul Fauzi.

Diberitakan sebelumnya, seorang sopir online bernama Ahsanul Fauzi (41) ditemukan tewas menggenaskan di dalam mobil yang terparkir di area Bank BRI unit Harjasari, Jalan Raya Wangun, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor pada Kamis (31/10) lalu sekitar jam 02:45 WIB.

Korban ditemukan dengan kondisi bersimbah darah tertunduk di atas setir kendaraan yang berjenis Toyota Calya warna Silver ber nopol F 1088 CL dengan keadaan pintu samping kiri bagian belakang terbuka dan pintu depan sopir juga terbuka.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Ciawi. Diketahui, korban berprofesi sebagai sopir taksi online yang tinggal di Gang Pahlawan RT 1 RW 20 Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Lebih detail Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP. Niko Nurallah Adi Putra menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, kepada polisi pelaku FP (25) mengaku menusuk Ahsanul Fauzi karena ingin menguasai uang milik korban untuk membayar service laptop miliknya yang rusak.

Pelaku adalah seorang gamers game online. Menurut pengakuan keluarganya yakni dari dua orang kakaknya, pelaku juga kecanduan game online. Hal itu juga yang membuat hubungan silaturahmi dengan keluarganya terputus selama dua tahun.

“Jadi, dasarnya pelaku ingin men-service laptopnya yang rusak. Laptopnya itu, digunakan pelaku sebagai sarana untuk mendapatkan uang melalui game online. Pelaku memiliki beberapa akun game online untuk dijual. Game online inilah sebagai salah satu sumber pemasukan keuangan si pelaku,” kata Niko.

Ia meneruskan, perbuatannya itu, sudah ia rencanakan karena pelaku sebelumnya sudah membeli pisau cutter sebelum melakukan penusukan. “Setelah membeli pisau cutter, pelaku lalu makan di sebuah warung di daerah Bondongan, Bogor Selatan. Setelah itu, ia memesan taksi online dengan tujuan dari Bondongan ke YZA Tajur. Pelaku memesan taksi online dengan menggunakan hp milik penjaga warung dengan alasan hp pelaku sedang rusak” terangnya.

Niko menjabarkan, tarif taksi online yang dipesan pelaku sebesar Rp46 ribu. Sebenarnya pelaku memiliki uang sejumlah itu. Namun, karena niat ingin mencuri uang korban, ia pun beralasan ke ATM untuk bisa membayar taksi online.

“Jadi, pelaku meminta sopir berhenti di ATM BRI unit Harjasari, untuk mengambil uang pecahan Rp 100 ribu. Alibinya, pelaku dapat mengetahui jumlah uang di dompet korban saat mengambil uang kembalian,” bebernya.

Lanjut Niko, uang yang dibutuhkan pelaku untuk men-service laptopnya itu senilai Rp180 ribu. Sedangkan uang korban yang ada di dompet ada Rp 400 ribu. Melihat jumlah uang korban cukup untuk men-service laptopnya kemudian pelaku langsung menusuk leher sebelah kiri korban dari belakang dengan menggunakan pisau cutter.

Korban yang kaget sempat berteriak dan menginjak pedal gas sambil membunyikan klakson. Hal itu, membuat pelaku panik lalu keluar dari pintu belakang sebelah kiri kemudian kabur dengan menaiki ojeg sebelum berhasil mendapatkan uang yang akan dicuri.

“Kita juga memukan patahan pisau cutter yang tertinggal di leher korban sepanjang 4 cm sebagai barang bukti. Pelaku ditangkap di wilayah Kabupaten Bogor pada Sabtu (2/11) kemarin. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis 365 ayat 3 subs 363 KUHPidana, pasal 340 KUHP sub pasal 338 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau selama lamanya 20 tahun penjara,” ungkapnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*