Panji Islam Dibakar, Umat Islam Marah, Gelar Aksi Unjuk Rasa

Kabar17.com – Geram atas aksi oknum Banser yang membakar kain berlafadzkan kalimat tauhid, ratusan massa yang mengatasnamakan Aliansi Umat Islam Pembela Tauhid Bogor dan Forum Muslim Bogor menggelar aksi damai “Bela Bendera Tauhid” di halaman Mako Polresta Bogor Kota, Jl. Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Selasa (23/10/18).

Diantara ratusan peserta aksi, Ketua DPD Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Raditya Mahesa yang ikut turun dalam aksi mengatakan, aksi yang dilakukan ini, adalah aksi bela tauhid yang dilatarbelakangi dari adanya penistaan simbol agama yang dilakukan oleh oknum Banser di Kabupaten Garut.

“Aksi hari ini, merupakan aksi spontanitas beberapa sahabat khususnya umat islam yang geram saat melihat video pembakaran kain berlafaz tauhid yang dianggap sebagai bendera ormas HTI pada perayaan Hari Santri Nasional yang terjadi di Kabupaten Garut” ujar Ketua DPD BM PAN disela-sela aksi.

Raditya menuturkan, dalam aksi ini, disampaikan juga laporan pengaduan masyarakat ke SPKT Polresta Bogor Kota yang intinya mengecam tindakan pembakaran panji tauhid di Kabupaten Garut. Karena tindakan itu, sangat melecehkan bahkan memprovokasi kerukunan sesama umat.

Dirinya pun menghimbau agar pemerintah maupun pihak penegak hukum dalam hal ini, Kepolisian untuk bertindak tegas terhadap oknum yang telah menistakan agama. Bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi persoalan ini, dan perlu di sosialisasikan juga bahwa bendera tersebut bukanlah bendera HTI, melainkan panji Rasulullah, panjinya islam.

Raditya menambahkan, dirinya prihatin atas kejadian pembakaran tersebut. Jika tidak suka kepada salah satu ormas, maka itu, adalah hak siapa saja. Tapi saat bicara suatu atribut yang berlafadzkan tauhid dilecehkan, ini menjadi persoalan umat Islam secara keseluruhan. Aksi ini, membuktikan respon masyarakat khususnya kaum muslimin merasa tersinggung atas kejadian pembakaran yang dilakukan oleh oknum ormas tersebut.

“Jadi, wajar bila perbuatan tersebut menyulut kemarahan umat Islam di seluruh Indonesia bahkan dunia. Semoga tindakan arogan tersebut tidak terulang kembali,” harapnya. (Ono)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*