Operasi Antik Lodaya Ungkap 29 Kasus

Kabar17.com – Sat Narkoba Polres Bogor berhasil mengungkap 29 kasus dan menangkap 40 tersangka hasil operasi Antik Lodaya 2018. Untuk kasus penyalahgunaan narkoba seluruhnya berstatus sebagai bandar narkoba dengan barang bukti yang diamankan berupa 20,95 gram sabu, 55,30 gram Ganja Kering, 11, 99 gram Sinte, 1.158 Butir Obat Heximer, 104 Butir Tramadol, dan 22 Butir trihexyphenidyl.

Selain itu, Satnarkoba Polres Bogor juga berhasil menemukan lahan pembibitan seluas 300 Meter2 yang bersembunyi di lahan Perhutani di wilayah Kaki Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Dari lahan ganja tersebut ditangkap dua orang pria berinisial RH (47) dan AS (29). Kedua pelaku terbukti menyalahgunakan lahan milik Perhutani untuk dijadikan penanaman pohon ganja. Disini, Polisi menyita barang bukti berupa 122 bungkus tanah di dalam plastik polybag yang telah ditaburkan bibit-bibit pohon tanaman narkotika gol 1 jenis ganja berukuran sedang di dalam pot, tujuh buah kecambah tanaman narkotika gol 1 jenis ganja di dalam pot, sebelas batang pohon tanaman narkotika gol 1 jenis ganja masing-masing di dalam plastik polybag, 5 roll plastik polybag, pupuk urea, dan peralatan pertanian.

Selain itu, Sat Narkoba Polres Bogor mengungkap lahan katinon seluas 50 meter2 di lahan Perhutani tengah hutan Kaki Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua Kab Bogor. Disini Polisi menangkap seorang pria berinisial S (85). Dari lokasi, Polisi menyita 227 batang tumbuhan jenis katinon.

“Untuk ganja ini, kita temukan di daerah Tugu Selatan, pada proses pembibitan dan penanaman di lahan Perhutani. Tidak terlalu besar tapi tersembunyi,” kata Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky saat jump pers di Mapolres Bogor, Jumat (30/11/18).

Dicky menuturkan, bahwa pengetahuan para tersangka dalam membudidayakan ganja berasal dari otodidak. Sat Narkoba Polres Bogor berkomitmen terus berupaya maksimal dalam menyelamatkan masyarakat dan korban penyalahgunaan narkoba serta berupaya memberantas jaringan pengedar gelap narkoba baik dalam bentuk kegiatan preventif maupun kegiatan penindakan (represif) terhadap jaringan para pelaku edar gelap narkoba di wilayah Kabupaten Bogor.

“Pelaku dijerat UU RI No 35 tahun 2009 pasal 114 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 8 tahun maksimal 15 tahun atau penjara seumur hidup dengan denda minimal 1 milyar,” pungkasnya. (*/Tri)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*