Lima Keluarga Kota Bogor Transmigran ke Sulbar

kabar17.com – Sebanyak 23 orang warga Kota Bogor menjadi Transmigran ke wilayah Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Warga tersebut dari 5 Kepala Keluarga (KK) diantaranya 3 KK dari Kecamatan Bogor Selatan dan 2 Kk dari Tanah Sareal. Mereka terpilih setelah melalui proses dan tahapan maupun selekasi yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bogor.

Kepala Disnakertrans Kota Bogor, Samson Purba menerangkan, warga Kota Bogor yang mengikuti Transmigran di tahun 2019 ini ada 23 orang dari 5 KK. Warga yang lolos seleksi dan tahapan pemilihan itu berlatar belakang pekerjaannya tidak tetap di Kota Bogor. Ada yang bekerja sebagai supir angkot, gojeg dan lainnya.

Proses awal untuk transmigran dilakukan melalui sosialisasi di kecamatan, kemudian warga berminat dan mendaftar lalu dilakukan seleksi. Proses seleksi diantaranya wawancara, memanggil pihak keluarga dan mengikuto pelatihan pertanian di Cianjur.

“Transmigran ini akan mendapatkan rumah permanen, luas lahan pekarangan 400 meter. Tahun pertama dapat lahan satu hektare lahan kosong dan tahun ke dua dapat satu hektare, dan ketika memasuki tahun ke lima, tanah tersebut menjadi sertifikat hak milik,” jelasnya.

Para Transmigran itu, lanjut Samson, nantinya akan bertani palawija, yaitu menanam sayur mayur karena suasana dan cuaca di Mamuju sama seperti di Bogor..Sarana pendidikan tersedia, dan langsung berbaur dengan masyarakat disana walaupun sebagai pendatang baru.

“Semua biaya administraai dan pemberangkatan maupun keperluan pertanian disiapkan oleh pemerintah. Diberikan juga biaya untuk hidup oleh pihak Provinsi Sulawesi Barat. Diberikan juga bantu bantuan dari Pemkot Bogor sebesar Rp 5 juta dan bantuan dari Baznas Kota Bogor,” ucapnya.

Transmigran akan diberangkatkan berbarengan dengan wilayah lain sejawa barat dengan total 48 KK. Saat ini sistem Transmigrasi antara daerah penampung dan penerima di campur di setiap wilayah. “Rencana pemberangkatan sekitar 2 November dan diterima langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat disana. Mereka menjadi Transmigran rata rata karena untuk investasi jangka panjang dan merubah kehidupan mereka agar menjadi lebih baik,” paparnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*