Lama Terbengkalai Proyek Masjid Agung Diaudit

kabar17.com – Wakil Wali Kota Dedie A Rachim bersama Tim keselamatan bangunan Kementerian Pelekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Komite Keselamatan Kontruksi mengaudit kontruksi dan design pembangunan Mesjid Agung yang berlokasi di Jalan Dewai Sartika, Kota Bogor yang sudah lama terbengkalai pembangunannya.

Anggota Keselamatan Bangunan Kementerian PUPR Jimmy Siswanto mengatakan, pihaknya mendatangi mesjid Agung untuk mengecek fisik bangunan, mencocokan data apakah sesuai dengan rencana kerja dan prosedur kerjanya.

“Fisiknya akan kami cocokan dengan semua dokumennya, apakah ada ketidak sesuaian atau sudah sesuai dengan rencana. Begitu juga dengan persetujuan kerjanya,” ucap Jimmy kepada wartawan, Senin (8/7/19)

Kalau semua itu sudah dipelajari lanjut Jimmy, maka akan diperiksa juga beberapa komponen, seperti balok, plat kolom atau sambungan-sambungannya, apa saja kelemahan-kelemahannya. “Jadi kalau bilang sesuai atau tidak kita belum tahu karena kita belum lihat gambar,” ujarnya

Pihaknya juga membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk mengkaji. Dan pihaknya melakukan audit ini karena Wali Kota yang minta pendapat terkait kekuatan bangunan tersebut sebelum dilanjutkan, sebab takut nanti kalau dilaksanakan ada resiko yang membahayakan. “Itu biasa prosedur yang di lakukan bangunan yang lama tidak di teruskan pembangunannya jika di teruskan harus diperiksa dulu,” katanya.

Sementara, Ketua Komite Keselamatan Kontruksi, Iswandi menuturkan, pihaknya akan melihat kondisi aktual yang ada, termasuk mengumpulkan data-data sekunder, terkait dengan dokumen perencanaan, dokumen pembangunan juga data-data lainnya untuk di kaji secara komprehensif.

“Kami akan kaji sampai pada suatu kesimpulan, apakah yang perlu kami lakukan untuk bangunan ini, apakah bisa dipertahankan, tapi perlu ada perbaikan sana sini misalnya atau harus ada penguatan beban, tapi kami butuh waktu dan secara analisis kita akan kaji secara mendalam,” ucapnya.

Kalau secara visual lanjutnya, bangunan ini masih telanjang maka pihaknya melihat ada hal-hal yang belum sempurna pengerjaanya. Tapi itu hal-hal yang masih bisa diperbaiki.

“Kami lihat ada beberapa kekurangan secara visual pada bangunan ini, tapi yang lebih pasti harus kami kaji lebih komprehensif, termasuk di dalamnya sudah terpasang dengan benar atau belum seperti tulang-tulangnya. Nanti kita akan lihat itu,” terangnya.

Sesuai ketenteuan atau standar yang ada, bangunan masjid harus punya faktor keamanan yang lebih baik dari bangunan lainnya. Karena masjid biasanya menjadi tempat evakuasi kalau ada bencana dan untuk mencapai tujuan itu maka faktor keamanannya harus lebih baik.

Ia menambahkan, untuk beban secara fisik dan beban secara fungsi tetap bisa dirubah misalnya beban atap atau jumlah kapasitas yang nanti dikurangi. Pihaknya juga membutuhkan waktu sebulan untuk melakukan kajian atas bangunan masjid itu, karena harus mempelajari dokumen input file perhitungan komputer (etap) yang diterima dari Dinas PUPR.

“Mungkin cukup lama waktunya untuk mengkaji semua mulai dokumen perencanaan, perhitungan, gambar rencana kami akan kaji secara detil, setelah itu kami juga akan minta PUPR mengirim orang untuk melakukan kajian di dalamnya,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, apapun rekomendasinya terkait lanjutan proyek masjid itu akan ada redesain. “Pokonya yang kita pikirkan keselamatan umat, seperti kata ketua K2 tadi masjid harus memiliki faktor keamanan yang lebih baik dari bangunan lain. Intinya, niat baiknya adalah melanjutkan pembanguna masjid,” jelasnya.

Dedie minta pihak ketiga bersedia bekerjasama memberikan data-data yang di butuhkan untuk bahan evaluasi tim K2. “Intinya niat baiknya melanjutkan, tapi dipikirkan keselamatan masyarakat, jadi jangan di bikin polemik,” pungkasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*