Komunitas Masyarakat Adat Tolak Perda KTR

kabar17.com – Aliansi Masyarakat Tradisi Bogor (AMBT) menggelar aksi budaya tentang pelarangan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Tugu Kujang, Kota Bogor, pada Rabu (25/9/19) siang. Aksi ini, dilakukan bertepatan dengan berlangsungnya konferensi keempat APCAT (Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control) yang di gelar di Hotel Grand Savero Bogor, Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

Salah satu peserta aksi, Bambang Sumantri mengatakan, ini adalah aksi penyampaian pendapat untuk para delegasi APCAT yang dihadiri oleh wali kota/bupati dari 12 negara. “Konferensi APCAT bertujuan untuk membangun program pengendalian tembakau. Sebelumnya pemkot Bogor juga telah menggalakkan Perda KTR. Hal yang ingin kami sampaikan lewat aksi ini, perokok wajib dilibatkan dalam setiap penyusunan regulasi yang mengatur rokok,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari tembakau. Khususnya para petani tembakau. Padahal tembakau adalah salah satu tumbuhan yang bernilai di mata dunia. Dari cukainya saja ikut andil bagian dalam pembangunan di negeri ini.

Silahkan di wilayah-wilayah yang harus steril dari rokok dibuat peraturannya. Tapi jangan membunuh petani tembakau dengan mengkriminalisasi lewat aturan larangan merokok. Janganlah membelenggu kebebasan masyarakat yang setia menikmati hasil karya bumi nusantara. Apalagi sekarang yang merokok bisa didenda, bisa dipenjara bahkan baru-baru ini rokok disebut haram. Ini yang harus dikaji kembali.

“Kami bukan melihat dari larangan merokoknya tetapi kami lebih jauh melihat pada sisi keadilan yang diterima masyarakat akibat dampak dari Perda KTR. Kami masyarakat adat budaya yang ada di Bogor meminta kepada pemerintah Kota Bogor untuk bersama-sama mengkaji dan mencari solusi terkait peraturan larangan merokok. Kita mengimbau kepada para pemangku kebijakan untuk berhati-hati dalam membuat suatu kebijakan. Karena setiap kebijakan ada yang diuntungkan ada yang dirugikan,” ucapnya. (*)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*