Kepala Proyek dan Pengawas Tol BORR Diganti

kabar17.com – Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Hendro Atmodjo menyampaikan bahwa hari ini, Selasa (16/7) sudah keluar hasil rekomendasi dan sanksi dari komite keselamatan konstruksi kementrian PUPR yang salah satunya adalah memberhentikan kepala proyek dari kontraktor PT PP dan kepala pengawas dari PT Indec.

“Saya juga sudah membuat surat teguran pada Kamis minggu lalu. Pertama, di dalam surat teguran itu secara prinsip saya meminta untuk diganti personil yang tidak kompeten dengan yang lebih cakap dan kompeten. Kedua, tidak ada perpanjangan waktu karena kejadian ini. Sehingga pekerjaan tetap harus selesai pada 31 Desember 2019,” ucap Hendro, Selasa (16/7/2019).

Kemudian lanjut Hendro, di dalam surat teguran itu juga disebutkan bahwa semua biaya yang timbul akibat musibah ini, adalah tanggungjawab kontraktor. Termasuk penggantian yang rusak, pelaksanaan traffic managemen, dan dana sosial untuk pemilik usaha yang terdampak kejadian ini.

Dijelaskannya, dana sosial itu, untuk beberapa tuntutan yang masuk seperti ada bengkel, rumah makan, yang tidak bisa beraktifitas dengan maksimal sehinggga harus tutup sementara atau turun omsetnya karena sistem buka tutup dan kontra flow yang diberlakukan.

“Kalau jumlah nilai dana sosialnya belum kita hitung. Nanti dihitung dengan perhitungan yang logis. Penggantian kerugian akan kita programkan nanti setelah pekerjaan ini sudah berjalan kembali baru kita itung-itungan. Pasti kita perhatikan,” terangnya.

Belajar dari kejadian ini, lanjut Hendro, rekomendasinya adalah membuat sokongan dari yang akan datang. Ini harus diperkuat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan itu semua harus di submit dulu kepada PUPR baru boleh dilaksanakan penerusan dari proyek ini.

Ditanya kerugian, Hendro menuturkan, secara fisik betonnya saja kira-kira Rp1 miliar. Ia pun mengatakan adanya human error dari kejadian ini. Kesalahannya adalah pengawasan yang kurang. Kemudian menggunakan peralatan yang tidak memenuhi syarat. Seperti seharusnya memakai skafolding diameter 6 inch ini malah memakai 3 inch.

Kemudian, ini karena di cornya sekaligus 200 kubik dan cuma sekali. Biasanya dua kali per 100 kubik. Jadi, biasanya ada jeda berhenti kemudian dilanjut. Sebenarnya tidak ada masalah mau di cor sekali atau dua kali yang penting penahannya kuat.

“Di sini ada faktor human error makanya diganti. Jumlah personel yang diganti saya belum tahu. Nanti itu mereka yang akan menjawab surat saya hari ini, tentang siapa saja yang diganti dan berapa orang. Kalau kepala proyek pasti diganti. Yang dibawahnya juga yang paling bertanggung jawab terutama di kontraktor, saya minta diganti juga. Saya minta Rabu besok harus sudah diganti dan yang terlibat sudah tidak boleh menjabat lagi di sini,” tandasnya.

Ditanya kapan pengerjaaan proyek dapat kembali berjalan? Hendro mengatakan, paling lambat Jumat besok sudah dapat berjalan dengan personil yang sudah diganti. Sekarang ini, sedang dilakukan pemotongan Pier Head-nya secara total untuk dibikin baru dan diperkuat.

“Yang dipotong bagian T-nya saja yang atas itu. Yang bawah masih kuat. Diperkirakan Kamis besok selesai, Jumat bisa normal dibuka lagi. Jadi, harus dibereskan dulu sebelum kita mulai yang lain plus kita komisioning mengecek lagi skafolding yang dipasang,” ungkapnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*