Kampanyekan Program Naturalisasi Ciliwung, Kelurahan Sukasari Gelar Festival Ciliwung

kabar17.com – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program naturalisasi sungai Ciliwung yang digulirkan pemerintah Kota (Pemkot Bogor) . Kelurahan Sukasari menggelar Festival Ciliwung yang berlokasi di wilayah RW 2 dan 3, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Sabtu (31/8/19).

Kegiatan yang di buka oleh Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto ini melaksanakan berbagai lomba seperti, ngubek lauk, lomba mancing, lomba memasak nasi goreng, lomba kebersihan tingkat RW, lomba kebersihan di bantaran ciliwung.

Dalam kesempatan itu Bima mengatakan kegiatan ini bagian dari kampanye naturalisasi ciliwung khususnya di wilayah sukasari. Tak hanya itu Bima pun mengapresiasi pergerakan pihak kecamatan dan kelurahan dalam mengemas proses naturalisasi sungai ciliwung.

“Jadi ini bagian untuk meningkatkan warga kalo sungai ini dijaga, tidak buang sampah sembarangan, engga buang air besar sembarangan, ya nanti akan jadi tempat yang sama sama menyenangkan untuk semua,” ucapnya usai membuka lomba mancing.

Kedepan, lanjut Bima, dirinya menargetkan sungai ciliwung yang melintasi Kelurahan Sukasari akan dibuat menjadi wisata air dengan jangka waktu dua sampai tiga tahun kedepan.

“Nanti berproses secara bertahap dan memang harus ada koordinasi dengan berbagai pihak supaya ini bisa di tata, karena kalau daerah di sempadan sungai ini bukan kewenangan Kota Bogor, harus dikoordinasikan dengan BBWS,” katanya.

Sementara itu, Lurah Sukasari, Dicky Iman Nugraha menjelaskan, program naturalisasi Ciliwung perlu diketahui oleh semua pihak dan semua elemen masyarakat sehingga semua bisa bersama sama ikut serta menjaga dan menghijaukan kembali sungai Ciliwung.

“Kalau dari sisi kebersihan progresnya sudah cukup baik, sekarang kita progresnya lagi untuk menghijauhkan bantaran ciliwung, sekarang yang kondisinya masih warna-warni, kondisinya masih belum hijau, target beberapa kedepan kita akan hijauhkan dengan berbagai cara baik itu dengan vertikal garden, menanam tanaman merambat dan sebagainya,” ungkapnya.

Dengan biaya administrasi sebesar Rp25 ribu dari warga untuk warga, lanjut Dicky, ada 5 kwintal ikan yang diturunkan untuk lomba mancing.

“Adanya kegiatan seperti ini diharapkan warga semakin sadar bahwa program naturalisasi ciliwung tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah tapi menjadi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*