KAMMI UIKA Desak Pemkot Bogor Evaluasi Program Penataan PKL

kabar17.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Universitas IBN Khaldun (UIKA) melakukan aksi demo di depan Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H Djuanda, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (16/10/19).

Dalam aksinya tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan seperti meminta pemerintah mengevaluasi kembali program penataan pedagang kaki lima (PKL), mendesak wali Kota Bogor memberi teguran kepada direksi PD PPJ yang telah mengeluarkan surat edaran penertiban PKL di depan blok B Pasar Kebon Kembang tanpa memberi solusi, dan meminta PD PPJ memperhatikan pedagang binaan dengan memberikan tempat yang layak.

Ketua Umum KAMMI UIKA, Debi Firdaus mengatakan, penataan dan pemberdayaan PKL merupakan salah satu dari enam skala prioritas Pemkot Bogor di bawah kepemimpinan Bima Arya.

“Keberadaan PKL di Kota Bogor pada dasarnya adalah hak masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kegiatan perdagangan yang dilakukan PKL merupakan usaha ekonomi kerakyatan yang perlu pembinaan dan penataan dalam melaksanakan usahanya,” kata Debi disela aksi.

Debi meneruskan, di periode kedua kepemimpinan Bima Arya, penataan PKL di Kota Bogor sedang digalakan. Bahkan di beberapa titik PKL sudah mulai direlokasi. Menurutnya, penataan PKL saat ini, terkesan hanya kejar target. Pasalnya banyak pedagang yang mengeluh karena turunnya omset setelah direlokasi. Tempat relokasi yang sepi pengunjung menjadi keluhan utama PKL.

“Kami mempertanyakan hasil kajian sebelum proses relokasi dijalankan. Karena relokasi yang sudah dilakukan saat ini, dinilai gagal karena merugikan pedagang yang notabennya adalah pedagang kecil. Hal tersebut sama saja dengan membunuh PKL secara perlahan,” ucapnya.

Ia menambahkan, dengan program penataan dan pemberdayaan PKL seharusnya pedagang di buat semakin sejahtera bukan malah merugi. “Pemerintah harus mengevaluasi total progres yang sudah dijalankan. Jangan sampai penataan PKL hanya sekedar kejar target namun pedagang kecil yang harus menanggung beban,” ungkapnya.

Dalam aksinya, para mahasiswa juga melakukan teatrikal tentang PKL yang sepi pembeli setelah direlokasi. Selain itu, unjuk rasa juga ditunjukkan dengan spanduk dan poster yang bertuliskan sejahterakan PKL Kota Bogor. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*