Jelang Akhir Masa Jabatan Periode Pertama, Bima Arya ‘Ngantor’ di Commuter Line

kabar17.com – Wali Kota Bogor Bima Arya akan segera mengakhiri masa jabatan periode pertamanya pada 7 April 2019 mendatang. Sedianya, ia akan kembali dilantik untuk periode kedua pada tanggal yang sama, namun rencana itu dibatalkan karena berdekatan dengan Pilpres dan Pileg.

Walhasil, Bima Arya akan ‘off’ sementara dari jabatannya hingga akhir April 2019. Namun, jelang berakhirnya jabatan periode pertama, masih ada sejumlah berkas dan surat disposisi yang urgent untuk ditandatanganinya.

Bima Arya pun berinisiatif untuk ‘berkantor’ di Commuter Line menuju Jakarta dan Kereta Api selama perjalanan ke Bandung untuk menghadiri kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi Jawa Barat.

Bertolak dari Balaikota Bogor sekitar jam 13.00 WIB, Bima Arya memulai perjalanan menggunakan Commuter Line dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Gondangdia lalu melanjutkannya menggunakan angkutan online ke Stasiun Gambir. “Lebih praktis, tidak macet juga. Jadi lebih terukur waktu tempuhnya,” ungkap Bima, ketika ditanya alasan menggunakan KRL.

Selama perjalan dari Bogor ke Jakarta, Bima Arya tampak memanfaatkan waktu luangnya untuk menandatangani sejumlah berkas dan lembar disposisi yang sifatnya urgent atau segera.

Sesekali, ia melayani permintaan swafoto oleh para penumpang yang menyadari kehadiran Bima Arya di tengah-tengah penumpang.

Selain mengurusi berkas, tampak Bima Arya melakukan koordinasi dengan tim terkait sejumlah isu-isu Kota Bogor.

“Saya mau ke Musrembang di Bandung, sekarang ini waktu tempuhnya enggak pasti. Kemarin saja saya hampir 7 jam gitu, padahal malam ini ada pertemuan dengan kepala daerah yang lain. Kalau naik kereta ada waktu tempuh yang pastilah sekaligus di kereta masih bisa koordinasi dengan tim tadi untuk juga untuk menulis disposisi yang belum selesai karena menjelang 7 April akhir masa jabatan periode pertama, banyak yang harus ditandatangani gitu, lebih praktislah kalau pakai kereta,” jelas Bima.

Ia juga memastikan, bahwa pelantikan periode kedua kepemimpinannya di Kota Bogor tidak akan dilakukan pada 7 April 2019 karena mengikuti arahan dari Mendagri dan Gubernur Jawa Barat.

“Iya saya sudah komunikasi dengan Pak Gubernur. Jadi setelah 7 April, saya kembali lagi jadi warga. Biasa ya mungkin agak rehat ya bersama keluarga untuk berlibur sambil menunggu pelantikan akhir April nanti,” pungkasnya. (*)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*