Ini Hasil Kesepakatan Pemkot Bogor Dengan Massa Anti LGBT

Kabar17.com – Aksi akbar ratusan massa yang menolak LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) berlangsung di halaman Plaza Balaikota Bogor. Dalam aksi ini, massa meminta pemerintah membuat SK atau Perda Anti LGBT. Sementara orasi berlangsung, sejumlah perwakilan peserta aksi diterima oleh walikota Bogor untuk mendengarkan aspirasinya sekaligus berdiskusi dengan unsur Muspida Kota Bogor di ruang Paseban Sri Baduga.

Dari hasil diskusi, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyampaikan, ada tiga hal yang menjadi kesepakatan dalam diskusi tersebut.

Pertama, jajaran pemerintah kota dan Muspida sepakat untuk berkolaborasi, bersinergi dengan alim ulama, tokoh masyarakat, ustad, habaib, pondok pesantren dan semua elemen masyarakat untuk terus memberantas segala bentuk kemaksiatan, penyimpangan seksual, dan prostitusi online di Kota Bogor.

Kedua, pemerintah Kota Bogor bersama DPRD Kota Bogor akan berikhtiar membuat suatu regulasi yang jelas yang kuat agar LGTB, kemaksiatan, dan prostitusi online bisa diberantas hingga ke akar-akarnya di Kota Bogor.

“Saat ini, DPRD bersama sama dengan pemerintah Kota Bogor sedang merumuskan Peraturan Daerah (PERDA) ketahanan keluarga. Insya allah hal-hal yang menjadi keprihatinan kita hari ini, bakal diatur secara jelas didalamnya supaya bisa kita minimalisir dan berantas kemaksiatan dari Kota Bogor tercinta,” kata Bima dihadapan ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bogor (FMB) Anti LGBT saat menggelar aksi damai masyarakat Bogor tolak LGBT di depan Balaikota Bogor, Jumat (9/11/18).

Bima melanjutkan, yang ketiga, sepakat menyuarakan dengan sangat keras pesan kepada pemerintah pusat dalam hal ini, Kementerian Kominfo untuk bertindak tegas menutup dan memblokir seluruh halaman-halaman media sosial serta aplikasi yang membuka ruang pada kemaksiatan dan prostitusi online.

“Saya perintahkan juga kepada camat, lurah, kepala dinas semuanya agar mengawasi apartemen, kos-kosan, hotel dan restauran agar tidak ada lagi kemaksiatan disana,” pintanya. (Tri)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*