Ingin Kembalikan Kesejukan Kota Bogor, GTP dan KPU Tanam Pohon Bareng

kabar17.com – Gerakan Tanam Pohon (GTP) kembali melakukan penanaman pohon yang ke-206. Kali ini, belasan pohon Ketapang Kencana, pohon Kemang dan pohon Mahoni di tanam di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, Jalan Loader No. 7, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Minggu (10/02/19). Dalam kegiatan tanam pohon GTP bersama KPU Kota Bogor ini, juga di ikuti oleh puluhan Relawan Demokrasi (relasi).

Heri Cahyono selaku penggagas GTP mengatakan, GTP itu, sebuah gerakan yang harus mengajak semua element tanpa batas agar GTP bisa menyebar ke seluruh wilayah Kota Bogor. Bahkan bisa memberikan pesan ke seluruh rakyat Indonesia.

“Untuk itu, kita mengajak KPU menanam pohon karena KPU adalah lembaga yang sangat strategis di Kota Bogor. Karena kepala daerah, anggota DPR itu lahir dari rahim KPU,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini.

Dengan di tanamnya pohon Ketapang Kencana, lanjut Heri dari segi arsitektur pohonnya sangat indah dan tajuk pohonnya seperti kanopi yang menutupi area di bawahnya sehingga bisa mendinginkan suhu udara.

“Diharapkan ini juga bisa mendinginkan suhu politik karena saat ini, KPU sedang menghadapi hajat politik. Untuk mendinginkan suhu politik dan suhu udara panas solusinya adalah pohon,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Heri, pihaknya juga menanam pohon khas Kota Bogor yaitu kemang dan pohon mahoni. “Kita titipkan pohon Kemang di kantor KPU agar pohon yang mulai langka ini, bisa tumbuh sehingga generasi muda bisa merasakan enaknya buah Kemang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin menuturkan, dalam kegiatan tanam pohon tersebut ada tiga isu besar yang ingin di capai. Pertama, lingkungan saat ini sangat perlu di perbaiki kondisinya.

“Lingkungan kita sangat perlu di perbaiki karena udaranya sudah sangat panas dan pencemaran di mana mana sehingga menjadi sangat urgent dan krusial bahwa kita sebagai warga Kota Bogor untuk mengembalikan kembali sejuk dan hijau. GTP ini, menjadi salah satu perbuatan kecil kita untuk mengembalikan itu di masa yang akan datang,” ucapnya.

Isu yang kedua, adalah pemilu 2019. Sebab 66 hari Kota Bogor akan melaksanakan pilpres dan pileg. Oleh karena itu, melalui moment ini, KPU mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa pada 17 April 2019 masyarakat harus datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Ketiga, di tengah tahun politik ini, kita ingin suasananya kondusif. Kita juga ingin kegiatan-kegiatan tidak hanya berbau politik tetapi juga berbau lingkungan yang bisa membuat terlalu panas,” jelasnya.

Samsudin berharap kegiatan GTP yang dilaksanakan seminggu sekali dan langsung terjun di masyarakat bisa menyediakan waktu untuk Relawan Demokrasi untuk menyampaikan sosialisasi pemilu kepada masyarakat. ” Kami lihat konsistensi GTP menanam setiap minggu bisa kita kerjasamakan untuk mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat,” tandasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*