Guru Seni Nyalon Jadi Anggota Dewan

kabar17.com – Hani Amalia Hendrajatin, seorang seniman muda, cantik dan energik mencoba peruntungan di dunia politik. Apa alasan dia maju sebagai calon legislatif (caleg) untuk DPRD Kota Bogor?

“Saya mulai melirik ke politik itu, tahun 2014. Seru aja ngikutin berita politik di Indonesia. Terutama Golkar. Pola politiknya bagus dari sosialisasi dan cara pendekatannya ke masyarakat,” ujar caleg dari Golkar dengan nomer urut 6 Dapil Kecamatan Bogor Tengah dan Timur, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (13/10/18).

Diakui wanita lulusan S1 UNJ jurusan pendidikan seni tari dan Magister Seni S2 di ISBI Bandung ini, ketertarikannya pada dunia politik dirasakannya sejak duduk di bangku kuliah. Menurutnya, politik itu seru. Ia pun mengikutinya dengan sering membaca literasi buku tentang politik dan mengikuti berita-berita politik di media.

Hani menceritakan, dirinya hidup dari bidang kesenian mulai dari menari, menyanyi, menjadi Mc hingga membawa misi budaya ke luar negeri dengan menggandeng Disparbud Jakarta. Selain itu, ia juga pernah menjadi guru seni dengan mengajar di beberapa sekolah tingkat atas dan perguruan tinggi di Bogor. Kemudian, ia coba kembangkan skill dengan ikut kursus rias nusantara di lembaga pendidikan Mustika Ratu. Usai dari situ, ia pun sukses membuka kursus make up untuk pengantin, penari, untuk acara wisudaan, dan lain-lain.

Dunia politik bagi Hani bukan hal baru. Ia pun tidak mau disebut caleg instan karena kemunculannya di momen pemilihan legislatif ini. Meski hidup dari kesenian, dirinya mengklaim sudah mengikuti perpolitikan sejak 4 tahun kebelakang. Fenomena di masyarakatlah yang memotivasi dirinya untuk mengakomodir uneg-uneg dan harapan masyarakat Kota Bogor.

“Saya ini, orangnya senang ngaprak. Setiap turun ke wilayah saya selalu ngumpulin catatan dari warga. Jadi saya tahu apa saja keluhan dan harapan masyarakat. Tapi apa daya saya belum bisa memberikan bantuan yang cukup untuk mereka. Itu yang mendorong saya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Mungkin dengan saya maju di bursa caleg DPRD Kota Bogor dan bisa duduk disana saya punya power lebih untuk membantu mereka,” kata perempuan yang pernah mengajar seni di SMAN 4 dan di IPB D3 jurusan antropologi sunda.

Hani menuturkan, dipilihnya dapil Kecamatan Bogor Tengah dan Timur, tentunya tidak tanpa alasan. Karena, selain asli warga Katulampa, selama ini, kolega dan teman Hani banyak yang tinggal di daerah tersebut.

Bogor Tengah dan Timur itu, masyarakatnya sub urban. Karena itu, Dapil ini, selalu butuh suasana baru, butuh figur yang kreatif dan melek perubahan.

“Karena itu, jargon yang saya angkat “Sadulur Salembur Kudu Akur” yang bermakna kita yang tinggal di suatu wilayah harus bersatu dengan wilayah lain sebagai satu persatuan dan kesatuan. Segala perbedaan jangan sampai membuat kita tidak akur,” jelasnya.

Masih kata Hani, di Dapil ini, ia akan fokus pada bidang yang sesuai basic pendidikannya yakni bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan kebudayaan. Program ini, akan disinergikan dengan program pemerintah. Sedangkan program pemerintah yang sudah berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat akan diteruskan. (Fik)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*