Geopark Pongkor Resmi Menjadi Geopark Nasional

Kabar17.com – Geopark Pongkor yang berada di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, resmi menjadi Geopark Nasional. Hal itu, ditandai dengan penyerahan sertifikat geopark Nasional oleh Deputi Kemaritiman Setkab, Agustina Murbaningsih kepada Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti dengan disaksikan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, di taman dan museum tambang emas Geopark Pongkor, Nanggung pada Jumat (30/11/18).

Bupati Bogor, Nurhayanti dalam sambutannya mengatakan, khusus mengenai Geopark Pongkor yang menjadi pusat perhatian saat ini, mencakup 15 Kecamatan yaitu Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Tenjo, Kecamatan Tenjolaya, Kecamatan Leuwiliang, Kecamatan Leuwisadeng, Kecamatan Ciampea, Kecamatan Ciseeng, Kecamatan Jasinga, Kecamatan Pamijahan, Kecamatan Parung, Kecamatan Rumpin, Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kecamatan Cibungbulang.

“Kelimabelas Kecamatan tersebut kami kembangkan menjadi Geopark karena memiliki keanekaragaman geologi, keanekaragaman hayati dan keanekaragaman budaya yang sangat luar biasa. Hal ini, tentunya tidak dapat dilepaskan dari posisi geografisnya yang berada dilingkung alam konservasi, yakni sekitar kawasan taman Gunung Halimun Salak dan wilayah hulu serta bagian tengahnya secara alami mengalir daerah aliran Sungai Cisadane,” katanya.

Nurhayanti juga mengundang para investor untuk bersama-sama Pemerintah Kabupaten Bogor memajukan kawasan Geopark Pongkor dan sekitarnya sebagai instrumen pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal setempat, sehingga diharapkan akan memperkecil kesenjangan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kepada Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat diperlukan terobosan jalan baru dari arah Tanggerang Selatan ke Geopark Pongkor dan kereta api melalui jalur Bogor-Lebak dan untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mempertimbangkan perencanaan dan penganggaran guna menginisiasi peluang pengembangan twin-geopark Jawa Barat Ciletuh-Pongkor sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya meminta agar nilai keekonomian Geopark dimasukan di dalam definisi geoparknya itu sendiri karena dalam definisinya sering tidak dimasukan nilai ekonominya. Oleh sebab itu, Indonesia kalah nilai geoparknya dengan China karena di Indonesia baru terdapat 4 Unesco Global Geopark (UGG) sedangkan China sudah 37 UGG.

“China 62 persen Ecowisata berasal dari Geopark sedangkan kita baru 35 persen, kepada tim saya minta nilai keekonomiannya geopark pongkor dimasukkan agar bisa mensejahterakan masyarakat sekitar namun khususnya masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Arief juga berharap agar Geopark Pongkor yang berada di Kabupaten Bogor terus dilestarikan dan dijaga.

Taman bumi yang kini berstatus geopark nasional meliputi Geopark Pongkor di Bogor, Geopark Karangsambung-Karangbolong di Kebumen (Jawa Tengah), Geopark Meratus di Kalimantan, Geopark Silokek di Sijunjung (Sumatera Barat), Geopark Sawahlunto di Sumatera Barat, Geopark Ngaraisianok-Maninjau di Sumatera Barat, Geopark Natuna di Kepulauan Riau, dan Geopark Banyuwangi di Jawa Timur.

Di antara geopark nasional yang ada di Indonesia, beberapa sudah mendapat pengakuan dari organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO Global Geopark), termasuk Geopark Gunung Batur, Gunung Sewu, Ciletuh dan Gunung Rinjani. (*)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*