Gelar Raker ke-1, PWI Kota Bogor Kukuhkan PEKA dan Tikom, Perkenalkan Pengurus IKWI

kabar17.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor menggelar rapat kerja (Raker) ke-1 2019 di Hotel Salak Pajajaran, Jalan Pajajaran Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (5/10/19). Ketua Panitia Rapat Kerja (Raker) PWI Kota Bogor Syarif Hidayatullah mengatakan rakerda tahun ini merupakan Rakerda perdana untuk PWI Kota Bogor. Dalam Raker ini akan dibahas beberepa pembahasan, salah satunya melakukan evaluasi kinerja dalam satu tahun kepengurusan PWI Kota Bogor.

Selain itu, Raker ini juga akan diagendakan menyusun dan merumuskan maupun menetapkan program program kerja untuk PWI Kota Bogor. “Jadi di dalam Raker ini nanti akan disusun program program yang akan ditetapkan, baik program rutin, prioritas maupun program jangka panjang,” katanya.

Ia mengungkapkan program kerja yang dibahas nanti akan menjadi program bagi PWI Kota Bogor. “Secara menyeluruh apa-apa yang akan menjadi program dari kawan kawan semua dituangkan dan menjadi kesepakatan bersama. Termasuk ketika menetapkan keputusan lain yang dianggap perlu dalam batas kewenangannya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syarif mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung dan berpartisipasi sehingga acara Raker ke 1 PWI Kota Bogor tahun 2019 bisa terlaksana dengan baik.

Sementara itu Ketua PWI Kota Bogor, Arihta Utama Surbakti mengungkapkan bahwa PWI Kota Bogor sedang memulai sejarah baru bahwa alur organisasi harus kita jalankan. “Raker ini raker pertama dan saya sudah dari tahun 2002 jadi anggota PWI. Baru ikut atau melaksanakan rapat kerja. Mudah-mudahan ini tradisi baru, tradisi positif yang harus kita jaga untuk kemapanan Organasisi PWI,” ucap Ari sapaan akrabnya.

Kemudian, dalam kesempatan Raker ini tidak hanya menggelar sebuah rapat untuk merumuskan program kerja PWI Kota Bogor tahun 2020 dan kedepannya. Namun juga ada beberapa tonggak sejarah yang akan kita ulang bahwa PWI kota Bogor segera mengukuhkan. Namun saat ini baru disusun kepengurusan ikatan keluarga wartawan Indonesia (IKWI).

Perlu disampaikan IKWI terakhir ada di Kota Bogor pada tahun 2004 atau sudah lebih dari 15 tahun periode kepengurusan. Jadi sudah enam periode kepengurusan IKWI itu tidak ada dan insya Allah periode saat ini kita akan membentuk dan mengkukuhkan ikatan keluarga wartawan Indonesia (IKWI). IKWI ini kalau di Pemda dharma wanitannya. Jadi nanti bisa bersinergis dengan ibu sekra, ketua PKK, tinggal dengan ibu pak wakil dan memang di kepengurusan IKWI nanti meminta kesedian dari ibu Walikota, ibu wakil dan ibu sekda sebagai penasehat kehormatan,” ungkapnya.

Yang ketiga, lanjut Ari, mudah-mudahan ini bukan yang pertama bahwa PWI kota Bogor juga membentuk sebuah tim Adhock atau sebuah lembaga timteng. Dimana tim Adhock ini adalah tim komunikasi dan hubungan antar lembaga. Dasar pemikirannya dimana kita menggenjot kinerja, mengakselerasikan PWI dengan Intenal maupun eksternal, sekaligus juga melakukan penertiban atau tata kelola organisasi yang mudah-mudahan jauh lebih baik.

“Kenapa karena diakui maupun tidak diakui banyak orang-orang yang mungkin sebagian menyebutnya oknum membawa label atau nama PWI keluar. Padahal itu bukan institusi resmi,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Ketua PWI Jawa Barat yang dalam ini di wakili oleh Bidang Keorganisasian, M. Safrin Jaini, menjadi kewajiban organisasi untuk membentuk kepengurusan dan rapat kerja iru untuk mengevaluasi kinerja dan mempertajam program kerja kedepan yang bagaimana salah satu agenda saat konfrensi pwi jabar dan menyusun program

“Sudah banyak kiprah PWI Kota Bogor dan dari PWI Jawa Barat juga sangat mengapresiasi teman-teman ketua dan pengurus Kota Bogor sudah bisa membangun kesekretariat dalam hal ini PWI Jabar juga belum mampu membantu secara banyak. Terima kasih bung Ari dan teman-teman PWI,” pungkasnya. (*)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*