Dukung Program Urban Farming, Kampung Buntar Tanam 200 Bibit Pala

kabar17.com – Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim beserta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Anas Rasmana melakukan penanaman 200 bibit pala di Kampung Buntar, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (28/1/2020).

Dedie mengatakan, meski Kota Bogor wilayahnya tidak terlalu besar, namun di wilayah kota hujan ini banyak potensi yang bisa digali. Misalnya saja, di Kampung Buntar ini. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjadikan Kampung Buntar menjadi centra tanaman pohon pala untuk bisa di budidaya oleh masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT).

“Tujuan penanaman pala ini untuk menjadikan Kampung Buntar sebagai Kampung Pala, jadi kampung tematik yang memiliki tanaman pala nantinya. Kenapa di sini, karena memang di kampung Buntar sudah ada produsen pengolah pala sebagai minuman, kemudian juga berbagai produk turunan dari buah pala. Mudah-mudahan nanti kedepan bisa terus ditularkan kepada masyarakat yang lain,” ucapnya.

Dengan ditanamnya pohon pala ini, dirinya berharap jumlah produksinya semakin bertambah, karena kedepan produk-produk pala yang sudah diolah ini kedepannya bisa menjadi produk unggulan yang ada di Kota Bogor, terutama dalam mendukung program urban farming.

“Jadi, meskipun kita bentuknya perkotaan tetapi dukungan kepada pertanian kita terus berikan perhatian yang cukup tinggi karena memang potensinya ada dan juga pasar tentu sangat terbuka menyerap hasil komoditi pertanian yang ada dari sekitar Kota Bogor,” bebernya.

Kemudian terkait market atau pasarnya, kata Dedie, produk-produk minuman yang terbuat dari pala ini akan masuk ke hotel-hotel yang ada di Bogor. Sebab, dari DKPP sudah berkoordinasi dengan PHRI untuk berkeja sama dalam menjual produk-produk tersebut dan pihak PHRI pun bersedia untuk menampung produk-produk komoditi pertanian yang di hasilkan oleh masyarakat Kota Bogor.

“Kita juga didukung oleh BPTB Jawa Barat untuk melakukan proses pendampingan terkait dengan teknologi, kemudian juga dari bantuan peralatan dari dinas pemberdayaan DPPMPA akan ada juga bantuan peralatan penunjang produksi untuk pala ini,” ujarnya.

Ditempat yang sama Kepala DKPP Kota Bogor Anas Rasmana menambahkan, bahwa ini merupakan budidaya masyarakat dalam menghasilkan produk-produk holtikultura. Ini harganya sangat merangsang, apalagi Kota Bogor ini dengan pertumbuhan hotel sangat tinggi harusnya pararel antara tumbuhnya sektor pariwisata dengan tumbuhnya kuliner dan restoran, harusnya petani menikmati pertumbuhan itu, tapi keliatannya kita belum optimal dalam memilih komoditi untuk produk-produk petani holtikultura.

“Dengan demikian Pemkot Bogor melalui DKPP ada peningkatan produksi pertanian melalui urban farming, dimana nantinya akan memanfaatkan hasil riset pertanian dengan menggunakan hidroponik yang tidak perlu memerlukan kondisi air irigasi pertanian tapi cukup dengan teknologi water matrik,” pungkasnya. (MyM).



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*