Dukung 01, Bima : PAN Mestinya Pilih Jokowi

kabar17.com – Wakil ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto mengambil keputusan beresiko dengan menyatakan dukungannya secara terbuka kepada pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin yang notabene bersebrangan dengan keputusan PAN yang menjadi partai koalisi dan pendukung pasangan Prabowo-Sandi.

“Hidup itu adalah pilihan dan pilihan hari ini, saya tahu semua ada resikonya. Namanya politik semuanya ada resiko. Insha Allah saya siap apa pun resikonya akan saya hadapi. Sekali pun di pecat dari partai,” ucap Bima saat ditemui di Puri Begawan, Kota Bogor, Jumat (13/4/2019) malam.

Bima menuturkan, dukungan ini, baru dapat ia sampaikan karena dirinya telah berjanji kepada ketua umum PAN untuk netral selama masih menjabat sebagai kepala daerah.

“Pak Zul tahu bahwa saya memilih untuk berbeda dengan partai. Tetapi karena waktu itu, saya masih aktif sebagai kepala daerah, saya mendukung tidak secara terbuka karena untuk menjaga kebersamaan. Tapi hari ini, saya warga biasa. Bukan lagi kepala daerah. Saya seorang kader partai, yang dengan segala resikonya memilih untuk berbeda dengan garis partai,” ungkap Bima.

Menurut Bima, kalau bicara tentang platform partai semestinya PAN menjatuhkan pilihan kepada Jokowi. Bukan yang lain. Platformnya PAN adalah nasionalis dan pluralis. Jadi, partai tengah yang menjunjung tinggi keberagaman.

“Ini adalah salah satu ihktiar saya untuk sejalan dengan platform partai. Saya ikut mendirikan partai ini. Tidak pernah terpikir sekali pun keluar dari partai. Hati saya tetap di PAN. Karena saya menyakini PAN itu partai tengah. Partai yang menjunjung tinggi keberagaman, kebersamaan,” ucap Bima.

Bima menuturkan, ketika Rakernas waktu itu, PAN berkumpul untuk memutuskan mendukung Prabowo-Sandi. Ia pun tidak habis pikir mengapa seperti itu. “Saya menyampaikan secara terbuka silahkan teman-teman buka dokumentasinya. Saya bilang masa Gerindra dengan Gerindra. Tapi kemudian ya, saya fatsum kepada keputusan partai. Ini masalah pilihan saja,” ujarnya.

Bagi Bima, pilihan yang diambilnya ini, merupakan tanggungjawab dirinya bukan saja kepada partai tapi bagaimana ia memandang reformasi ini, harus terus berjalan. “Saya diminta untuk menyampaikan sikap politik saya. Setelah saya pikir masak-masak saya putuskan untuk menyampaikan di momentum ini. Dan sikap politik ini, sudah saya sampaikan ke Jokowi,” kata Bima. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*