Disperindag Kota Bogor dan Hiswana Migas Lakukan Pengawasan Isi dan Berat Tabung Gas 3 kg

kabar17.com – Untuk memastikan isi dan ukuran gas 3 kg, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor melakukan  pengawasan rutin ke sejumlah agen dan pangkalan gas 3 kg di Kota Bogor, Senin (25/2/19).

Kepala Bidang (Kabid) Tertib Niaga Disperindag Kota Bogor, Mangahit Sinaga mengatakan, kegiatan pengawasan ini rutin di laksanakan oleh Disperindag Kota Bogor setiap bulan untuk mengecek isi tabung.

“Kita pastikan ukurannya dalam keadaan tabung kosong 5 kg tabungnya dan 3 kg isinya. Kita cek juga harganya di pangkalan karena yang sesuai SK Walikota adalah 16 ribu,” jelasnya.

Kemudian lanjutnya, pihaknya juga mengecek apakah agen tersebut mempunyai timbangan untuk menguji tabung setiap hari, mempunyai apar untuk mencegah terjadi kebakaran dan bak air untuk menguji adanya kebocoran di tabung gas.

Mangahit juga menjelaskan, adanya penambahan berat tabung untuk netralisasi timbangan tabung itu dibuat agar sesuai dengan berat yang di tentukan.

“Jadi, ini bukan upaya penipuan tetapi upaya meluruskan supaya tabung beratnya pas 5 kg dan setelah di isi berat totalnya jadi 8 kg,” katanya.

Jika di temukan kurang berat sesuai dengan prosedur, Disperindag dan Hiswana Migas akan menindak tegas agen dan pangkalan yang melakukan kecurangan.

“Kalau ada penipuan kita akan kurangi jatahnya atau mungkin di stop distribusinya, makanya kita turun ke lapangan bersama Hiswana Migas karena Hiswana Migas agen tunggal jadi kalau ditemukan hal-hal diluar prosedural Hiswana Migas yang akan menindak langsung,” ucapnya.

Sementara itu, Agen gas 3 kg dari PT Agung Perkasa Dua, Handiyana mengatakan kunjungan seperti ini, memang sering di lakukan oleh Pemkot Bogor dan Pertamina untuk mengontrol kondisi berat tabung dan penyalurannya.

“Selain itu, kita juga kontrol sarana prasarana yang ada disini, termasuk transportasi dan penyebaran ke pangkalannya,” katanya.

Masih kata Handiyana, PT. Agung Perkasa Dua setiap hari mengeluarkan 560 – 1120 tabung per harinya dan itu lansung di sebar ke semua pangkalan.

“Sekarang kita targetkan 50 persen langsung sampai ke masyarakat dari pangkalan. Dari hasil pengawasan kita, hasilnya bagus semua sesuai aturan penjualannya pun sesuai dengan arahan. Mereka menjualnya ke UKM dan ke warung-warung,” pungkasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*