Dedie Bidik Kampung Alpukat Jadi Agri Wisata

kabar17.com – Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengunjungi kampung alpukat Pabuaran yang terletak di Kampung Pabuaran Pasir RT 03 RW 10, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (27/6/19). Dalam kunjungannya tersebut Wakil Wali Kota di dampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Irwan Riyanto, Camat Bogor Selatan Atep Budiman, Lurah Mulyaharja, Kelompok Taruna Tani (KTT) dan warga sekitar.

Kampung Alpukat yang memiliki luas lahan 3,2 hektar ini dikelola oleh Kelompok Taruna Tani (KTT) dengan memiliki delapan variates diantaranya alpukat wina, kendil, miki, YM, pirte dan minnelli. Dedie mengatakan kampung alpukat ini bisa dikembangkan menjadi agri wisata, karena dirinya melihat dari sisi agri bisnis harus memiliki lahan yang cukup besar apalagi lahan ini lahan sewa tapi, jika di lihat dari agri wisata kampung Alpukat ini bisa di kembangkan untuk wisata atau edukasi pertanian dengan memakai tehnik urban farming.

“Cita cita kami ingin menjadikan kampung alpukat. karena tanah ini di sewa artinya punya kesempatan untuk pembibitan. Penanamannya bisa satu rumah bisa dua pohon alpukat, tinggal distabilkan dan kewilayahan bekerjasama bagaimana mengkonsepsikan di tengah keterbatasan lahan, yang cocok sih sebenarnya 1 rumah 1 pohon alpukat itu saja di fokuskan jadi 3-4 tahun lagi kita panen alpukat se Mulyaharja,” ucap Dedie.

Sementara itu, Camat Bogor Selatan, Atep Budiman berterima kasih kepada Wakil Wali Kota telah mengunjungi Kampung Alpukat dan bisa bertatap muka langsung dengan KTT dan bisa menyaksikan kreatifitas warga disini dibawah binaan dinas pertanian.

“Semoga kunjungan Wakil Walikota ini memberi nilai manfaat ekonomi dan memupuk kebersamaan dan semoga membawa manfaat serta memberikan semangat bagi KTT dan Warga sehingga kampung alpukat bisa lebih terkenal lagi,” harapnya.

Ditempat yang sama koordinator lapangan Kampung Alpukat, Abdul Gofur menuturkan Kampung Alpukat memiliki 10 variates pohon alpukat, tapi yang ditanam baru 8 variates yang berusia sekitar 2 tahun, 1 tahun dan 6 bulan. Menurutnya Pembibitannya sudah berjalan dan sudah terbentuk pembibitan di dua lokasi.

“Kita penjualannya kita jual ke pengepul dan ke konsumen yang mempunyai lahan, ada juga yang datang kesini karena mengetahui kualitas alpukat disini alpukat unggulan. Saya berharap warga disini menanam setiap satu rumah dan saya akan suplay 3-5 variates jadi bukan hanya kelompok tani saja yang punya pohon tetapi warga sekitar juga mempunyai di setiap rumahnya,” pungkasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*