Cegah Bencana Longsor, GTP Tanam Pohon Pelindung di Lawanggintung

kabar17.com – Konsisten melakukan aksi pelestarian dan penyelamatan lingkungan, komunitas Gerakan Tanam Pohon (GTP) kembali melakukan penanaman pohon yang ke-222 yang kali ini dilangsungkan di Jalan Skip Gedung 7, RT 4/RW 1, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (13/10/19).

Salah satu Inisiator GTP, Heri Cahyono menyampaikan, Gerakan Tanam Pohon (GTP) adalah satu-satunya komunitas yang masih konsisten menanam pohon hingga sekarang. Dipilihnya lokasi ini, karena kontur tanah di Lawanggintung ini adalah tebing. Jadi pihaknya fokus menanam pohon keras di tanah yang rawan longsor.

“Yang di tanam pohon keras dan buah-buahan seperti pohon mundu, pohon pilicium, pohon kelapa disesuaikan dengan kontur tanahnya. Salah satunya yang berfungsi menahan erosi, menahan longsor. Ini langkah kita membantu pemerintah dalam menangani persoalan-persoalan perbaikan lingkungan yang melibatkan masyarakat setempat agar kesadarannya menjaga lingkungan terbangun,” kata Heri didampingi lurah dan ketua LPM Lawanggintung.

Heri melanjutkan, banyaknya bencana longsor saat ini, karena kondisi alam yang tidak stabil, sehingga bisa menimbulkan bencana. Namun ada juga bencana yang di sebabkan oleh ulah manusia seperti pembangunan pemukiman yang tidak memperhatikan kontur tanah serta akibat pengelolaan alam yang kurang baik misalkan penebangan pohon.

“Pohon ini kan punya fungsinya banyak, salah satunya menahan erosi. Ketika kita hilangkan tentu daya dukung alam terhadap lingkungan ini semakin sedikit dan tekanannya semakin besar sehingga terjadi bencana,” ungkapnya.

Semetara itu, Kabid Pertamanan dan Dekorasi Kota Disperumkim Kota Bogor, Muhammad Hutri mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan GTP, sebab memiliki program yang sama dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ruang terbuka hijau (RTH).

“Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi dari berbagai element masyarakat dalam rangka memberikan pemahaman dan manfaat menanam pohon serta mengetahui jenis-jenis pohon,” ujar Hutri.

Meski mempunyai program yang sama dalam menanam pohon, Hutri menambahkan pihaknya tidak menanam pohon buah, tetapi lebih kepada menanam pohon pelindung. “Disperumkim lebih menanam kepada pohon pelindung seperti pohon pilicium dan pohon kenari,” pungkasnya. (KY)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*