Bogor Antik Kampaye Anti Kantong Plastik

Kabar17.com – Sebagai bentuk sosialisasi peraturan walikota Bogor No.61 tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan dan toko modern, Konsorsium Peduli Bogor (KPB) bersama sejumlah komunitas melakukan kampaye Bogor ANTIK (Anti Kantong Plastik) di sekitar Taman Ekspresi, Sempur, Minggu (25/11/18).

Ketua KPB, Pepi T Riadi menjelaskan, kampaye ini, dilakukan sebagai bentuk dukungan komunitas terhadap program pemerintah Kota Bogor dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Ada empat lokasi sebagai sasaran sosialisasi yakni Taman Ekspresi, Taman Kencana, Taman Heulang, dan Bundaran Yasmin.

Tujuan dari kegiatan ini, pertama, mengurangi sampah plastik. Kedua, membantu program pemerintah. Ketiga, menyadarkan masyarakat bahwa sampah plastik punya dampak yang luar biasa bagi pencemaran lingkungan. Keempat, mengingatkan komitmen pemerintah dalam pelaksanaan peraturan ini, jangan sampai membuat aturan tapi tidak ada kelanjutan maupun gebrakannya.

“Ini adalah minggu kedelapan kita berkampaye secara swadaya dengan dibantu oleh teman-teman komunitas dan beberapa mahasiswa. Sasaran sosialisasi kepada dua stekholder yaitu produsen dan konsumen. Nah, disini kami lebih cenderung bersosialisasi langsung kepada masyarakat yang merasakan dampaknya. Kalau dari sisi produsen, keuntungan bagi mereka yakni mengurangi beban biaya pembelian plastik. Keuntungan bagi pemerintah pencemaran sampah plastik akan semakin turun,” bebernya.

Ia melanjutkan, aksi sosialisasi dan kampaye yang dilakukan berupa pemampangan spanduk, aksi pungut sampah, dan memberikan tas guna ulang/tas ramah lingkungan secara gratis kepada pejalan kaki yang membawa kantong plastik.

“Masukan dari kami, pemerintah selaku pemilik program harus lebih gencar bersosialisasi ke masyarakat. Jangan bersosialisasi hanya lewat surat himbauan saja tapi harus ada aksinya. Jika membuat aturan, berarti harus menyiapkan segala sesuatunya dengan baik,” ujarnya.

Sementara, Walikota Bogor, Bima Arya yang menyempatkan diri menyapa peserta aksi mengatakan, yang penting sosialisasi maksimal. Toko-toko modern sudah mendukung semua dan memahami. Hanya belum masuk ke wilayah tradisional dulu.

“Bogor melangkah ke depan. Banyak yang khawatir tapi kita tetap optimis karena banyak yang mendukung juga. Sekarang kita fokus untuk menyiapkan pengganti alternatif. Kita akan dorong ibu-ibu PKK di kelurahan untuk menyiapkan tas daur ulangnya. Karena selama ini kan memasarkan tas daur ulangnya susah. Ini momentumnya,” ungkap Bima. (Tri)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*