Bima: Tas Daur Ulang Gantikan Kantong Plastik

Kabar17.com – Membuka acara “Bogor Zero Waste, No Plastic, No Worries!” yang diadakan mahasiswa Vokasi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) program studi Komunikasi, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, tas daur ulang yang diproduksi ibu-ibu PKK di tiap Kelurahan, akan menjadi pengganti dari kantong plastik.

“Nantinya, ketika Peraturan Walikota (Perwali) Kota Bogor Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik pada 1 Desember 2018 sudah berjalan, masyarakat bisa membeli tas daur ulang tersebut di kelurahan masing-masing. Harga tas itu, juga murah sekali,” kata Bima saat ditemui di Botani Square, Minggu (25/11/2018).

Bima menuturkan, tas daur ulang yang akan menjadi pengganti kantong plastik ini, adalah upaya untuk memberdayakan usaha ibu-ibu PKK di tiap kelurahan.

“Banyak yang khawatir tapi kita tetap optimis karena banyak yang mendukung juga. Sekarang kita fokus untuk menyiapkan pengganti alternatif. Kita akan dorong ibu-ibu PKK di kelurahan untuk menyiapkan tas daur ulangnya. Karena selama ini kan memasarkan tas daur ulangnya susah. Ini momentumnya,” terangnya.

Ia menambahkan, nantinya akan ada pengganti alternatif lain dari kantong plastik. Alternatif pengganti kantong plastik itu, berasal dari perusahaan-perusahaan besar.

“Pengganti alternatif dari kantong plastik ada. Sudah ada beberapa bahan dari perusahaan-perusahaan besar yang lebih ramah lingkungan. Namun, kantong alternatif itu, masih proses karena harganya masih lebih mahal dari kantong plastik,” ucapnya.

Nantinya, sambung Bima, kantong alternatif yang diproduksi perusahaan itu, akan disalurkan ke pusat pembelanjaan dan toko modern.

“Perusahaan besar yang memproduksi kantong ramah lingkungan itu, akan bekerja sama dengan ritel-ritel dan pusat pembelanjaan modern. Sementara pelarangan penggunaan kantong plastik hanya di pusat pembelanjaan modern saja, dan belum akan diterapkan di pasar tradisional,” ungkap Bima. (Tri)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*